Connect with us

Hiburan & Olahraga

Kali Pertama Kompetisi Surfing Digelar di Pantai Sawarna, Peserta Sebut Ombaknya Berkelas

Published

on

Peserta Banten Surf Comp 2019 berusaha melewati ombak di Pantai Sawarna. Selain sebagai ajang silaturahmi, event yang digelar 12-13 Oktober 2019 ini juga sebagai ajang mencari bibit peselancar ombak di Banten. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Lebak – Untuk pertama kalinya kompetisi surfing alias selancar ombak digelar di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Sabtu-Minggu, 12-14 Oktober 2019. Kegiatan digelar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Provinsi Banten dengan tajuk, “Banten Surf Comp 2019”.

Wartawan BantenHits.com Mahyadi melaporkan, sebanyak 70 peserta dari Provinsi Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta turut serta dalam kompetisi sekaligus ajang silaturahmi para peselancar ombak ini.

Ketua Pelaksana Kegiatan Banten Surf Comp 2019,Rimba Mahardika mengatakan, selain ajang silaturahmi acara ini juga untuk membina atlet-atlet selancar ombak di Banten.

Kompetisi ini dibagi menjadi tiga divisi, yakni divisi junior yang meliputi usia di bawah 16 tahun, divisi open di atas 16 tahun dan city boy untuk semua usia. 

“Ini pertama kalinya kita fasilitasi. (Para atlet) selancar ini antusias (dengan kegiatan), sangat support satu sama lain. Karena selancar kaya keluarga dari setiap daerah berubungan baik, dari Banten ada 40 atlet yang ikut serta,” katanya kepada awak media di lokasi acara, Minggu 13 Oktober 2019.

Menurut Rimba, ombak Pantai Sawarna tidak kalah bagusnya dengan ombak pantai lainnya yang ada di Indonesia.

“Ombaknya sudah berkelas, sudah dikenal semua peselancar tidak hanya Indonesia. Tapi sayangnya belum pernah ada kompetisi. Kita adain di sini (Sawarna) biar ke depannya ada,” jelasnya.

Para peserta yang terlibat dalam kompetisi Banten Surf Comp 2019, lanjutnya, memperebutkan hadiah berupa trofi dan uang tunai.

“Hadiah yang direbutkan adalah murni support dari PSOI, juaranya berdasarkan divisi. Tidak ada piala bergilir, karena belum ada support dari yang lain, hadiahnya tropy dan cash money,” katanya.

Rimba Mahardika menjelaskan, selain di Sawarna, spot surfing lainnya di Banten di antaranya Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang dan Pantai Anyer, Kabupaten Serang.

Dede Suryana atlet selancar nasional asal Cimaja Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan, lokasi surfing di Provinsi Banten yang sudah ia kenal bukan hanya Sawarna.

“Kalau mau surfing bukan hanya Sawarna, di Cikarombong ada lagi. Emang yang paling gampang aksesnya di sini. Ombaknya bagus tinggal mau dikembangi atau dibiarin saja,” katanya.

Dede menyarankan, jika ingin menggelar event serupa, sebaiknya digelar antara Mei-September. Pasalnya, pada bulan itu, ombak Pantai Sawarna sedang tinggi-tingginya.

“Kalau musim hujan angin ya dingin tapi masih bisa. Kalau Sawarna ombaknya besar karena laut lepas, ombaknya sampai 10 feet. Di sini juga ada ada yang ombak kecil untuk pemula,” jelasnya.

“Saya ke Sawarna sering, sejak ada akses jalan saya ke sini. Kalau bedanya sama yang lain, mungkin karna alam semua beda tidak sama dari pasang surut sampai angin beda,” sambungnya.

Ombak di Pantai Sawarna, jelas Dede, memiliki karakteristik yang khusus dibanding ombak pantai lainnya, yakni ombaknya banyak datang dari arah kiri dikarenakan dasar laut bergelombang bukan datar. Kadang peselancar juga akan menemukan barrel atau perputaran ombak laut.

“Kadang ada barrel, kadang tidak ada. Barrelnya gede panjang itu menantang. Kalau orang kaya saya, barrel di sini bagus tapi di kadang kadang (munculnya). Untuk cari barrel itu tidak gampang,” ungkapnya.

Untuk atlet Banten, Dede menyarankan untuk giat belajar dan memanfaatkan laut di Banten yang bagus dan memiliki laut lepas.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending