Connect with us

METROPOLITAN

Aksi Jelang Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Ratusan Massa Bersenjata Bambu ‘Bentrok’ dengan Polisi di Alun-alun Pandeglang

Published

on

Simulasi penanganan aksi massa di Polres Pandeglang, Jumat, 18 Oktober 2019. Dalam simulasi tersebut massa bersenjata kayu terlibat bentrok dengan polisi. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Ratusan massa aksi yang membawa bambu terlibat bentrok dengan jajaran Kepolisian di Pancaniti Alun-alun Pandeglang, Jumat, 18 Oktober 2019. Aksi massa digelar menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Wartawan BantenHits.com Engkos Kosasih melaporkan, aksi yang berlangsung damai tiba-tiba saja menjadi anarkistis. Massa aksi menyerbu polisi yang sedang melakukan pengamanan. Massa yang semakin brutal dihadapkan dengan tim Dalmas inti Polres Pandeglang.

Massa terus bergerak tidak terkendali dan makin bringas. Polisi harus menurunkan kendaraan taktis dan flashball untuk mengendalikan massa perusuh yang memblokir jalan.

Semprotan gas air mata dan water canon pun tak terelakan, sehingga membuat salah seorang wartawan harian cetak di Banten yang sedang meliput aksi itu menjadi korban bentrokan.

Selang beberapa lama, polisi meringkus seorang provokator kerusuhan, kemudian di amankan ke mako Polres Pandeglang untuk di mintai keterangan.

Adegan yang dipaparkan adalah simulasi untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhaan aksi unjuk rasa saat pelantikan presiden yang mungkin bisa saja terjadi. Dalam kegiatan itu, Polres Pandeglang menurunkan sekitar 150 personel.

“Hari ini latihan anti anarkis, ini kita simulasikan, sehingga nanti dalam kondisi di lapangan saat mendapat kondisi terburuk, anggota sudah siap,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono di lokasi, Jumat, 18 Oktober 2019.

Indra menegaskan, dalam penanganan aksi polisi tidak boleh membawa senjata api. Namun, ketika penanganan aksi anarkis, polisi diwajibkan membawa senjata. Indra juga mengimbau warga Pandeglang untuk menyaksikan pelantikan presiden dan wakil presiden di televisi saja. 

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat pandeglang agar menyaksikan pelantikan di televisi saja” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending