Connect with us

METROPOLITAN

Pecinta Burung Berkicau Marak, Pemkab Lebak Didorong Buat Tempat Konservasi

Published

on

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi (putih) dan Dian Wahyudi (kanan) saat melepas burung trucukan secara simbolis dalam acara anniversary ke-1 Komunitas Terucuk Mania Banten atau KTMB.(Istimewa).

Lebak- Anggota DPRD Kabupaten Lebak Dian Wahyudi mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak untuk membuat tempat konservasi. Tujuannya untuk melindungi hewan jenis burung berkicau yang saat ini tengah banyak digandrungi masyarakat.

Aleg fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lebak ini menilai saat ini banyak masyarakat yang menjadikan burung sebagai hewan peliharaan terlebih burung yang memiliki keahlian dalam berkicau.

“Apalagi burung yang endemik Lebak kita ingin populasinya tetap terjaga agar tidak cepat punah,”kata Dian saat ditemui di kantor DPD PKS Lebak, Jumat, 18 Oktober 2019.

Kecintaan masyarakat terhadap burung berkicau, jelas Dian, sudah lagi tidak dapat dibendung sehingga pemerintah harus bergerak cepat agar populasi burung di Kabupaten Lebak tak punah.

“Seperti hal nya burung Trucukan atau Jogjog khas Lebak sekarang harganya mulai mahal dan banyak peminat ditambah kabarnya di Jawa sudah mulai sedikit populasinya jadi perlu ada tempat konservasi,”jelasnya.

Baca Juga: Anniversary ke-1, KTMB Lepas Burung Trucukan di GOR Ona Rangkasbitung

Untuk penentuan tempat sendiri, lanjut Dian beberapa hutan juga layak untuk dijadikan tempat konservasi salah satunya Hutan Kota Rangkasbitung.

“Kalau Hutan Rangkasbitung tinggal dibuat regulasinya jangan biarkan burung-burung berkicau khususnya yang langka masih diburu secara bebas oleh masyarakat,”ujar anggota Komisi IV DPRD Lebak ini.

Editor: Fariz Abdullah

Trending