Connect with us

Berita Pemda

Janji Bantu Setiap Warga yang Tak Mampu Bangun Masjid, WH: Serahkan ke Gubernur!

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat meresmikan Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu di Komplek Perkantoran Kemterian Agama Kabupaten Pandeglang, Jalan Ahmad Yani, No 172, Curug Sawer, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 22 Oktober 2019.
WH janji akan membantu bangun masjid kepada setiap warga yang tak mampu. (FOTO: ISTIMEWA)

Pandeglang – Kesadaran para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten dalam membayar zakat, infak, dan sedekah mengalami peningkatan signifikan.

Setiap bulan, zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul dari ASN di Banten mencapai Rp 800 juta. Dalam satu tahun bisa terkumpul Rp 10 miliar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat meresmikan Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu di Komplek Perkantoran Kemterian Agama Kabupaten Pandeglang, Jalan Ahmad Yani, No 172, Curug Sawer, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 22 Oktober 2019.

“Besok (Kamis, 24 Oktober 2019) kita bangun masjid di Negeri di Atas Awan. Uangnya dari sumbangan ASN Pemprov Banten. Agar yang datang dari jauh bisa salat di situ,” kata WH dalam keterangan tertulisnya.

Setahun Bangun Tiga Masjid

Dalam satu tahun, lanjut WH, Pemprov Banten bisa membangun tiga masjid. Pemprov Banten juga berjanji bakal membangunkan masjid bagi masyarakat yang tidak mampu membangun masjid.

“Di mana ada kegiatan keagamaan, di situ tidak ada masjid, serahkan pembangunan masjidnya ke gubernur,” pintanya.

Dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten yang mencapai Rp 13 triliun, Gubernur optimistis untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Banten. Asalkan sesuai dengan peraturan dan undang-undang.

Kiai Harus Bekerjasama Cegah Radikalisme

WH juga meminta para kiai di Provinsi Banten bekerjasama untuk mencegah menyebarnya radikalisme karena bisa memecah belah bangsa. Mereka yang terpapar radikalisme, menganggap pemerintah yang sah sebagai toghut alias sekutu iblis.

“Jangan sampai kemerdekaan yang telah diberikan Allah SWT diganggu oleh radikalisme,” kata WH.

Dalam kesempatan itu, WH juga mengungkapkan pembangunan jalan kewenangan Provinsi Banten dengan beton ketebalan 28 cm yang diproyeksikan mampu bertahan delapan tahun. Salah satunya untuk menghubungkan tempat-tempat wisata reliji di Provinsi Banten. Sekaligus untuk menjaga tradisi ziarah masyarakat Banten.

WH juga mengungkapkan upaya Pemprov Banten dalam membantu para petani agar tidak terjebak para rentenir dengan mendirikan BUMN Agro. Serta menyewa lahan 3000 hektar untuk perkebunan kopi, jengkol, dan cabe.

Sebagai informasi, jengkol dan cabe menjadi salah satu penyumbang utama laju inflasi di Provinsi Banten. Untuk menjaga daya beli masyarakat kecil di Banten, Pemprov Banten mendorong produksi jengkol dan cabe sekaligus melirik peluang pasar untuk memenuhi permintaan wilayah sekitar.

Turut hadir dalam acara tersebut Kakanwil Kemenag Provinsi Banten A Bazari Syam, Kakanwil Kemenag Kabupaten Pandeglang, alim ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

 

 

Trending