Connect with us

METROPOLITAN

1.092 Bangunan di Lebak Terdampak Reaktivasi Jalur Kereta Rangkasbitung – Pandeglang

Published

on

Double track Kereta Api Tangerang-Jakarta

Reaktivasi Jalur Kereta Rangkasbitung – Labuan mulai dilakukan. FOTO Ilustrasi : Double track Kereta Api Tangerang-Jakarta. (ISTIMEWA)

Serang – Reaktivasi jalur lama kereta api Rangkasbitung – Pandeglang akan segera terwujud. Berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian, Pemprov Banten, Pemkab Lebak, serta Pemkab Pandeglang.

Kekinian, Biro Bina Infrastruktur Pemprov Banten telah menyelesaikan pendataan bangunan di jalur kereta lama Rangkasbitung ke Pandeglang untuk kawasan rel sepanjang Kabupaten Lebak.

Menurut Kepala Biro Bina Infrastruktur Pemprov Banten Nana Suryana sebanyak 1.092 bangunan di Lebak akan direlokasi untuk rencana reaktivasi rel yang masuk segmen pertama ini.

1.092 Bangunan di Lebak yang berada di sepanjang rel kereta menuju Pandeglang,  mungkin direlokasi atau digusur. Sedangkan bangunan yang masuk kawasan Pandeglang, pendataan masih berjalan dan baru menghitung 141 bangunan.

Nana menjelaskan, penertiban akan dilakukan setelah ada kompensasi atas bangunan yang direlokasi. Rencananya, akan dilakukan pada awal 2020.

“Penertiban dilakukan setelah dibayarkan kompensasi,” kata Nana saat dihubungi wartawan di Serang, Selasa, 22 Oktober 2019 seperti dilansir detik.com.

Kompensasi, katanya, dibayarkan berdasarkan bangunan yang berdiri di sepanjang rel. Selain itu, tim sedang mendata fasilitas umum, seperti sekolah atau tempat ibadah yang akan direlokasi.

“Nanti setelah selesai pendataan bisa diketahui jumlah fasum (fasilitas umum)dan fasos (fasilitas sosial) yang terkena dampaknya,” tambahnya.

Pemda diberi target pendataan untuk segmen 1 Rangkasbitung-Pandeglang selesai tahun ini. Sedangkan segmen 2 Pandeglang-Labuan akan selesai pada 2020. 

Sebelumnya, Juli 2019 lalu,  Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang memastikan land clearing atau area pembersihan di sejumlah wilayah yang dilalui jalur kreta api, sedang dilakukan proses pembersihan lahan tahap satu.

Dampak dari itu, sebanyak 127 kepala keluarga (KK), di Kelurahan Karanganyar 25 KK, Kabayan 10 KK dan Kadomas 92 KK, Kecamatan Pandeglang, akan tergusur.

Editor: Darussalam Jagad Syhadana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending