Connect with us

METROPOLITAN

Tokoh Adat Baduy Sempat Berikan Peringatan sebelum Lima Pelajar SMP Santo Agustinus Tewas

Published

on

Salah satu jenazah korban tenggelam di Sungai Ciujung Baduy saat akan di evakuasi ke RSUD dr. Adjidarmo. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- Sedikitnya lima pelajar SMP Budaya Santo Agustinus Jakarta Timur dilaporkan tewas tenggelam di Sungai Ciujung, Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis, 24 Oktober 2019.

Informasi diperoleh, ke lima pelajar ini tewas tenggelam lantaran tidak bisa berenang dan kondisi sungai yang dalam. Mereka bersama rekan lainnya memutuskan untuk berenang bersama-sama di sungai yang diketahui tak pernah digunakan warga baduy lantaran kondisi kedalaman air yang nyaris mencapai 3 meter.

Baca Juga: Lima Pelajar SMP Budaya Santo Agustinus Jakarta Timur Tewas di Baduy

BACA :  Enam Restoran di Flavor Bliss Alam Sutera Disegel Satpol PP

Tokoh adat sekaligus Kepala Desa Kanekes, Saija membenarkan adanya lima pelajar asal Jakarta yang tewas tenggelam di sungai yang berada di dalam kawasan baduy.

Saija mengaku sebelumnya telah memberikan saran dan peringatan kepada para pengunjung yang hendak mengunjungi baduy.

“Sebenarnya dari awal saya sudah kasih saran dan peringatan lah ada buku tamu kalau di hari Jumat ngga boleh ramai-ramai, ngga boleh teriak. Ada larangan-larangan dan rambu yang terpasang lah,”kata Saija saat diwawancara awak media.

Saija mengaku secara pribadi tidak mendapatkan izin atas kunjungan pelajar SMP Budaya Santo Agustinus Jakarta Timur ini.

“Tapi kan ini mereka (SMP Budaya Santo Agustinus) ada guide nya. Kita ada buku tamu lah yang harus di isi,”terangnya.

BACA :  Usulkan Tiga Raperda Baru ke DPRD, Bupati Serang Ungkap Hal Ini

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler