Connect with us

METROPOLITAN

Tangisan Keluarga Pecah saat Tim DVI Umumkan Daftar Nama Pelajar SMP Budaya Santo Agustinus yang Tewas di Baduy

Published

on

Salah satu orang tua korban saat pingsan usai tim DVI mengumumkan daftar nama korban tewas pelajar SMP Budaya Santo Agustinus Jakarta Timur di Baduy. (Istimewa).

Lebak- Tim Dokkes Polda Banten mendirikan pos Ante Mortem di RSUD dr. Adjidarmo, Kabupaten Lebak, Jumat, 25 Oktober 2019 malam. 

Pos yang dibuat tepat di depan ruang jenazah RSUD milik pemerintah daerah itu mulai ramai didatangi para orang tua pelajar SMP Budaya Santo Agustinus, Jakarta Timur yang tewas di Sungai Ciujung, Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.

Baca Juga: Lima Pelajar SMP Budaya Santo Agustinus Jakarta Timur Tewas di Baduy

Meski dalam keadaan panik, mereka silih berganti memberikan informasi di pos Ante Mortem agar proses identifikasi yang tengah dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia berjalan lancar.

BACA :  Sachrudin Ancam Pecat Pegawainya yang Terlibat Narkoba

Isak tangis keluarga pecah saat tim DVI mengumumkan hasil identifikasi daftar nama pelajar SMP Budaya Santo Agustinus Jakarta Timur yang tewas saat kunjungan ke wisata budaya baduy.

“Arullll, jangan tinggalkan Mama nak. Mama masih sayang sama arul,” teriak histeris salah satu orang tua korban.

Achmad Nurcholis salah satu orang tua korban mengaku akan segera membawa jenazah ke rumah duka untuk segera di kebumikan di Jakarta.

“Kasihan jenazah. Kami akan segera membawa pulang untuk dimakamkan,” kata dia.

Untuk diketahui dari hasil identifikasi tim Dokkes Polda Banten memastikan ke lima jenazah korban tewas di Baduy masing-masing Malvin Reizen Alvino, Moses Immanuel Baskoro, Syahrul Ramadhan, Paskaleo Anestio Telaumbanua, dan Cristiano Arthur Immanuel.

BACA :  Butuh Uluran Tangan, Dua Balita di Pandeglang Mengidap Meningitis

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler