Connect with us

METROPOLITAN

Dampak PT Dover Chemical Mengkhawatirkan, Warga Cilegon Ramai-ramai Ingin Bedol Desa

Published

on

Komisi II DPRD Kota Cilegon saat sidak di PT Dover Chemical. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Masyarakat Kampung Kali Baru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon ramai-ramai menginginkan bedol desa atau berpindah ke lain tempat. Pasalnya mereka mulai resah dengan dampak PT Dover Chemical yang dinilai mulai mengkhawatirkan.

Dampak perusahaan kimia itu disebut-sebut menimbulkan bau yang mengakibatkan masyarakat banyak yang mengalami mual-mual hingga pingsan.

“Warga yang mengeluhkan bau menyengat ini kan sudah sering terjadi, sampai-sampai warga mengadu ke saya mereka ingin bedol desa saja, karena memang permasalahan bau ini tak pernah selesai,” kata Ketua Komisi II DPRD Cilegon Faturohmi, saat sidak di PT Dover Chemical, Senin, 28 Oktober 2019.

BACA :  50,69 Persen Anak di Lebak Tak Punya Akta Kelahiran, Ini Alasannya

Faturohmi menegaskan kedetangannya ke PT Dover Chemical itu juga untuk menindak lanjuti adanya dugaan pencemaran udara akibat zat kimia yang terjadi pada Sabtu, 26 Oktober 2019 lalu hingga mengakibatkan warga yang tinggal tak jauh dari lokasi perusahaan mual-mual.

“Kalau tidak salah kan ini sudah dua kali terjadi, nah ini perlu penyelesaian menyeluruh dari pihak perusahaan,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Human Resources & General Affair, Dade Suparna mengatakan bahwa pihaknya memang mempunyai rencana untuk melakukan bedol desa warga terdampak pada 2016 yang lalu. Namun hingga saat ini masih menemukan kendala pasalnya harga yang menjadi penawaran masih terlampau tinggi hingga perusahaan tak sanggup membayar.

“Kita sudah ada rencana itu tahun 2016, tim appraisal sudah turun waktu itu, tapi ada ketidaksesuain di harga pembebasan tanahnya. Karena kondisi perusahaan lagi down, untuk sementara penanganannya dengan menyiapkan posko kesehatan,”kilahnya.

BACA :  Pernah Selamatkan Korban Human Trafficking, Tatu Yakin Warga Serang di Wamena Bisa Dipulangkan dengan Bantuan TNI

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler