Connect with us

BERITA KANDIDAT

Menunggu Sikap Trah JB setelah Irna-Tanto Kembali Akan Berpasangan di Pilkada Pandeglang 2020

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban kompak postint foto berdua di Instagram. (Istimewa)

Pandeglang – Arah koalisi menjelang Pilkada Pandeglang 2020 semakin jelas. Dimyati Natakusumah, suami bupati petahana Irna Narulita memastikan istrinya akan kembali maju bersama Tanto Warsono Arban yang tak lain menantu Ratu Atut Chosiyah mantan gubernur Banten yang tengah dibui karena korupsi.

“Ya benar insya Allah sesuai keinginan rakyat Pandeglang semua. Ibu Irna dengan Pak Tanto akan bersama dalam Pilbup nanti. Itu semua tidak lain untuk bisa melanjutkan kembali pembangunan di Kabupaten Pandeglang lebih maju dan berkembang, seiring dengan program pembangunan pemerintah pusat,” ungkap Dimyati Natakusumah kepada media, Minggu, 27 Oktober 2019 seperti dilansir Antaranews.com.

BACA JUGA: Irna-Tanto Mulai Ditinggalkan Loyalisnya

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini, bahwa keinginan kuat dari semua elemen masyarakat Pandeglang Irna-Tanto untuk melanjutkan kembali pembangunan yang adil dan merata searah dengan program pembangunan pusat, direspons oleh semua partai koalisi terutama Partai Golkar dan partai pendukung pemerintah.

“Majunya kembali Irna-Tanto biar mudah konsolidasinya dan lebih mudah membangun Pandeglang bersama-sama, karena tujuannya tidak lain memajukan Kabupaten Pandeglang untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Dimyati.

Disinggung soal berapa partai yang akan mengusung Irna-Tanto pada Pilkada Pandeglang nanti, Dimyati menyatakan bahwa intinya Intan siap melanjutkan kembali pembangunan, untuk itu diharapkan semua partai mengusung dan mendukungnya.

“Diharapkan nanti semua partai mengusung dan mendukung, sehingga rakyat Pandeglang tetap bersatu tidak terpecah dan terkotak-kotak agar pembangunan 5 tahun ke depan berjalan dengan baik, investasi pun akan lebih cepat masuk berkembang di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Ia menambakan, semua staekholder yang ada di Pandeglang menilai baik terhadap kedua pasangan Irna-Tanto tersebut.

“Makanya keinginan semua rakyat pasangan Intan melanjutkan, sudah final Irna-Tanto akan kembali melanjutkan maju dalam pilkada tahun 2020,” katanya.

Pilkada Pandeglang 2015 lalu diikuti tiga pasangan calon, yakni Aap Aptadi-Dodo Djuanda dari pasangan dari jalur perseorangan mendapatkan nomor urut 1, Irna Narulita-Tanto Warsono Arban, dan Ratu Siti Romlah-Yan Riadi mendapat nomor urut 3.

BACA JUGA: Nomor Urut Cabup-Cawabup Pandeglang: 1. Aap-Dodo, 2. Irna-Tanto, 3. Siti Romlah-Riadi

Pasangan Irna-Tanto pada 2015 diusung 10 partai politik, di antaranya partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PKS, NasDem, PBB, Hanura, dan PAN. Sementara Pasangan Ratu Siti Romlah-Yan Riadi (Romy) diusung oleh PDIP dan Partai Demokrat.

Partai Gerindra yang menjadi pemenang Pemilu 2019 di Kabupaten Pandeglang sudah menyatakan akan menjadi penantang Irna Narulita.

Ketua DPD Partai Gerindra Banten Desmond J. Mahesa menyebut, partainya mendapat perintah khusus dari Prabowo Subianto untuk melawan Irna Narulita di Pilkada 2020.

Tak hanya Gerindra, PKB yang 2015 lalu turut mendukung Irna-Tanto kini sudah menyiapkan kadernya Toni Fathoni Muson yang juga Ketua DPC PKB Pandeglang. 

BACA JUGA; Perintah Khusus Prabowo Subianto di Pilkada Pandeglang 2020 yang Diperebutkan Tiga Trah

Desmond juga menyambut baik rencana keluarga Mulyadi Jayabaya (JB) yang menyiapkan M. Nabil Jayabaya untuk bertarung melawan petahana di Pilkada Pandeglang 2020.

Dimyati secara terbuka melalui media massa telah meminta keluarga JB tidak ikut-ikutan dalam Pilkada Pandeglang 2020. JB disarankan fokus membangun Kabupaten Lebak.

Dalam beberapa kesempatan, juru bicara keluarga JB, Agus R. Wisas menyatakan, keluarga JB terdorong untuk maju karena Irna Narulita dinilai gagal membangun Kabupaten Pandeglang.

“Saya tegaskan tidak (beroalisi dengan Irna). Kenapa, Irna kerjanya buruk. Masa kami harus berkoalisi dengan orang seperti itu, ya enggak mau lah. Tentu kita akan cari orang yang satu pemikiran dengan kita dengan niat ibadah, bukan untuk memperkaya diri,” kata Agus saat mengembalikan formulir pendaftaran M. Nabil Jayabaya di Partai NasDem. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending