Connect with us

METROPOLITAN

Tragis! Tak Jauh dari Kantor Bupati Lebak, Ratusan Siswa SDN Ini Lima Tahun Belajar di Lantai

Published

on

Sejumlah pelajar SDN 2 Pasir Kupa saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara lesehan di atas lantai yang hanya beralas karpet. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- Puluhan pelajar SD Negeri 2 Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak terpaksa belajar di lantai, Senin, 28 Oktober 2019. Menyusul sekolah yang memiliki 324 murid ini tak memiliki ruang kelas yang cukup untuk menampung seluruh pelajar.

Ironinya, potret menyedihkan ini telah terjadi sejak lima tahun. Pihak sekolah terpaksa menyewa sebuah gedung madrasah yang berada tak jauh dari lokasi sekolah agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan normal.

Huryati kepala SDN 2 Pasir Kupa mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan penambahan ruang kelas ke pemerintah daerah. Namun upayanya tak kunjung menuai hasil.

BACA :  Kasus Dana Tunda, Kejari Periksa Mantan Bendahara Dindik Pandeglang

“Bahkan dari kepala sekolah sebelum saya juga sudah sering mengajukan tapi ngga ada hasil. Pengawas, UPT sudah mengetahui kondisi ini bahkan anggota DPRD pun pernah melakukan kunjungan tapi tak juga ada realisasi,”kata Huryati kepada awak media saat ditemui di sekolahnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi sekolah semakin memprihatinkan setelah letak ruang kelas yang terdapat di sekolah tidak berada di dalam satu lingkungan. Namun terpisah oleh akses jalan raya  menuju kantor Kecamatan Kalanganyar.

“Sekolah ini memiliki 12 rombongan belajar. Posisinya terpisah tidak dalam satu lingkungan jarak antara bangunan satu ke bangunan lainnya sekitar 90 meter terpotong jalan raya. Jadi dewan guru kalau mau mengajar harus menyebrang jalan raya dulu,”ungkapnya.

BACA :  Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Airin Minta SKPD Berinovasi lewat Teknologi

Hal itu juga, menurutnya berdampak pada kurang lancarnya komunikasi antar dewan guru.

“Ya kalau mau briefing harus dipanggil satu-satu. Kadang-kadang sinyal hp juga tidak ada di sini (sekolah) aneh saya juga,”ucapnya.

Karena itu Huryati berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk segera mencarikan solusinya, agar aktivitas KBM disekolahnya berjalan nyaman.

“Untuk kegiatan upacara bendera, sementara kami tidak melakukan. Sudah empat minggu kami tak upacara, karena lapangan yang biasa kami gunakan dihalaman gedung Pos Yandu milik desa, saat ini digunakan warga untuk menyimpan material bangunan oleh warga setempat. Ya, selama lapangan ini digunakan warga, selama itu pula dipastikan tidak bisa menggelar upacara bendera,”pungkasnya.

BACA :  Panggil Manajemen Indorama, Komisi II akan Tanya soal Hak Tenaga Kerja

Hingga berita ini publish BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi pihak Dindikbud Kabupaten Lebak.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh