Connect with us

METROPOLITAN

Ciptakan Skenario Pemeriksaan Perkara, Empat Oknum Polisi Siber dan Narkoba Berkomplot Peras WNA hingga Rp 1,2 M

Published

on

Enam Polisi nakal di Tangerang Dipecat, Satu Terlibat Penipuan Lainnya Desersi

Foto Ilustrasi: Enam polisi nakal di Tangerang dipecat tidak hormat. Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol. Sabilul Alif memimpin langsung Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di Polresta Tangerang, Senin, 8 Oktoberr 2018. (Banten Hits/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Polda Metro Jaya menangkap empat oknum anggota Polri masing-masing Bripda JBB, anggota Dittipid Siber Mabes Polri dengan pacarnya Bripda NPU bersama dua rekannya Briptu H dan Bripda SBS, ketiganya anggota Satresnarkoba Polres Jakarta Timur.

Penangkapan dilakukan setelah empat oknum prajurit Bhayangkara itu terlibat kasus penculikan dan pemerasan terhadap Warga Negara Asing asal Inggris, Matthew Simon Craib.

Dilansir Kumparan.com, Kadiv Propam Polri, Irjen Listyo Sigit, membenarkan ada anggota Polri yang terlibat. Kasus tersebut tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/7002/X/2019/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 31 Oktober 2019.

“Ditangani Resmob Polda Metro, untuk pelanggaran disiplin dan kode etik ditangani Propam Metro, setelah proses penanganan pidana berkasnya selesai,” kata Listyo, Minggu, 3 November 2019.

Selain menangkap empat oknum anggota Polru, petugas juga menangkap dua lainnya yakni G dan pacarnya NA.

BACA :  Kapolda Metro Jaya Sebut Briptu Anumerta Ridho Setiawan Sebagai Putra Kebanggan Polri

Dicegat di Tol Lingkar Luar Tangerang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membeberkan kronologi penculikan yang melibatkan empat oknum polisi tersebut bermula saat Matthew bertemu pelaku atas nama Giovani terkait urusan bisnis pada 29 Oktober 2019.

Namun, saat kembali pada 30 Oktober 2019 pukul 02.00 WIB dini hari, Matthew dicegat sejumlah orang.

“Ternyata, G selaku rekan kerja korban meminta pacarnya yaitu NA untuk merencanakan tindakan tersebut (penculikan),” ujar Argo saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Novembet 2019 seperti dilansir Liputan6.com.

Argo menyebut, NA selaku pacar G merencanakan penculikan itu dengan meminta bantuan saudaranya yakni Bripda JBB yang berdinas di Dittipid Siber Bareskrim Polri.

Bripda JB berperan menyiapkan mobil dan mengecek lokasi keberadaan korban untuk dibuntuti di kawasan Petogogan Parc 19, Kemang, Jakarta Selatan. JB kemudian meminta bantuan pacarnya yakni Bripda NP yang berdinas di Satresnarkoba Polrestro Jaktim.

BACA :  Minimarket di Pandeglang Tak Bayar Pajak Parkir

Menurut Argo, para pelaku penculikan kemudian mencegat korban di Tol Lingkar Luar Barat Tangerang. Mereka dibantu oknum polisi lainnya yakni Briptu H dan Bripda SB yang juga merupakan anggota Satresnarkoba Polrestro Jaktim.

“Para pelaku membawa korban ke Polda Metro Jaya, seolah-olah akan dilakukan pemeriksaan sebuah perkara namun tidak jadi dilakukan pemeriksaan. Kemudian meminta bantuan petugas Provos yang saat itu berjaga di area Parkir Ditreskrimsus untuk memasukkan kembali korban ke dalam mobil,” beber Argo.

Mereka pun berangkat ke sebuah hotel dan meminta korban menelepon atasannya bernama P agar menyiapkan uang tebusan.

Korban hanya bisa menyerahkan USD 400 ribu. Namun setelah terjadi negosiasi, diperoleh sejumlah USD 900 ribu,” tutur Argo. 

Menurut Argo, selain memperoleh uang USD 900 ribu, pelaku juga menggasak tiga buah arloji merk Rolex dan 300 gram perhiasan dari tangan korban.

“Selanjutnya, para pelaku dan korban bergeser ke daerah Kemayoran, Jakarta Pusat untuk menukarkan mata uang USD menjadi mata uang rupiah,” jelas dia.

BACA :  Jalanan Tertutup Banjir, Exit Tol Bitung Ditutup

Setelah berhasil memeras, pelaku kemudian menukarkan uang dolar Amerika yang didapat ke nilai rupiah di sebuah tempat penukaran uang di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Sekitar pukul 13.00 WIB di Masjid Akbar Kemayoran Jakarta Pusat, para pelaku berhasil ditangkap,” ungkap Argo.

Terungkap Berkat Laporan Rekan Korban

Dilansir Kumparan.com, kasus penculikan dan pemerasan berawal saat korban, Matthew Simon Craib, memberitahukan rekannya berinisial VL, akan pergi ke suatu lokasi pada Selasa, 29 Oktober 2019.

Namun pada esok harinya, Rabu, 30 Oktober 2019, Matthew memberi tahu VL bahwa ia diculik dan diperas oleh seseorang berinisial G. Dalam menjalankan aksinya, G diduga dibantu pacarnya berinisial NA, serta dibantu oleh empat oknum anggota Polri. G merupakan rekan Matthew.

Mengetahui rekannya diculik, VL lalu membuat laporkan ke kantor polisi pada Kamis, 31 Oktober 2019 di Polda Metro Jaya. Lalu sekitar pukul 13.00 WIB, polisi membekuk para pelaku di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hingga kini, motif penculikan dan pemerasan itu belum diketahui. Polisi masih memeriksa G dan NA, serta keempat oknum anggota Polri tersebut.

Editor: Darussalam Jagad Syhadana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler