Connect with us

METROPOLITAN

Banten Jadi Juara Angka Pengangguran Tertinggi di Indonesia, HMI: Ini Bukan soal WH atau Andika tapi Nasib Rakyat!

Published

on

Ketua Umum HMI Cabang Serang Abu Jihad Amin minta WH-Andika fokus membangun Banten. Namun, membangun bukan melulu soal infrastruktur. (Foto: Dok.BantenHits.com)

Serang – Provinsi Banten kembali harus menjadi perbincangan. Sayang, bukan karena prestasi, tetapi masih soal keterpurukan.

Kali ini Banten menjadi juara angka pengangguran tertinggi di seluruh Indonesia. AaBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Banten pada periode Agustus 2019 paling tinggi se-Indonesia dengan tingkat pengangguran sebesar 8,11 persen.

Sebelumnya Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK menempatkan Banten juara lima dari bawah dari 19 provinsi yang diberikan penilaian. Provinsi yang dipimpin Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy ini berada pada posisi 15 alias urutan dengan nilai 65, 88.

BACA JUGA: Penilaian Integritas KPK Tempatkan Banten Urutan ke-5 Terbawah, Mafia Pendidikan hingga Sekampung Warganya BAB di Kebun

Terkait tingginya angka pengangguran di Banten, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang meminta Gubernur Banten untuk fokus dalam penanganan pengangguran.

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Serang Abu Jihad Amin, jika melihat angka pengangguran tertinggi di lulusan SMK, program Link dan Macth pemerintahan provinsi Banten (Pemprov) Banten belum menunjukkan hasil.

“Ya harus digarap serius (link and match). Karena membangun tak melulu soal infrastruktur jalan,” katanya.

Abu juga meminta Gubernur Banten Wahidin Hakim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy untuk fokus dalam perbaikan penangan pengangguran, yang seharusnya Banten tak lagi menduduki posisi pertama pengangguran secara nasional.

“Ayo lah, ini bukan soal pak Wahidin dan pak Andika, apalagi soal siapa yang mengisi jabatan apa. Tapi soal nasib rakyat Banten, yang harusnya sudah tidak lagi banyak yang nganggur,” terang Abu melalui keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: WH Diduga Terima Gratifikasi dari Pengelola Pasar Babakan lewat Istri

Menurut Abu, alasan lain menurut catatan BPS Banten penyumbang penganggaran disebabkan tutupnya salah satu Industri swasta di Tangsel dan efesiensi BUMN PT Krakatau Steel.

“Gubernur dan Wakil Gubernur harus juga mampu menjaga iklim investasi. Termasuk mendorong dibukanya usaha-usaha berbasis ekonomi kreatif untuk menjadi daya tarik masyarakat Banten. Jangan hanya cuma slogan mandiri dan berdaya saing,” lanjutnya.

“Perusahaan BUMN, Swasta baik berskala besar hingga kecil, harusnya menjadi perhatian. Karena apapun yang dilakukan Gubernur dan Wakilnya tidak lain berujung pada kesejahteraan masyarakat. Kalau dibalikkan, berarti warga Banten bisa dibilang paling banyak tidak sejahteranya,” tambahnya.

Sementara itu di tempat berbeda Sekretaris bidang partisipasi pembangunan (PPD) HMI cabang Serang Faisal Dudayef, meminta kepada pemprov untuk lebih serius dalam penangan pengangguran di Banten tak melulu soal pembangunan insfrastruktur.

“Disayangngkan saat pemerintah sedang menggenjot insfrastruktur tapi disisi lain malahan pengguran meningkat, ini tentu miris melihatnya. Saya harap pemerintah bisa cepat fokus dalam menurunkan tingkat pengguran,” tegasnya.

Masih menurut Faisal, peningkatan pengangguran dikhawatirkan berdampak secara sosial kepada masyarakat, nantinya bisa saja masyarakat nekat melakukan tindakan kriminal untuk menyambung hidupnya.

“Hal itu juga membuat sebagian dari mereka yang penggangguran mengambil jalan pintas sebagai sarana menyambung hidup. Tetapi lagi-lagi permasalahan terjadi jalan pintas yang mereka pakai adalah jalan pintas yang negatif, mereka melanggar tata tertib dan hukum yang berlaku. Diantaranya mereka melakukan tindak kriminal,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending