Connect with us

METROPOLITAN

15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang Diikat dan Disiksa di Atas Kapal, Tim LDP Banten Akan Pulihkan Psikologi Korban

Published

on

Koordinator LDP Banten Ahmad Subhan. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Tim Layanan Dukungan Psikososial atau LDP Banten mengaku khawatir kekerasan yang terjadi pada siswa SMK 3 Negeri Pandeglang saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sebuah kapal nelayan dapat mengganggu psikologis anak.

Oleh karena itu, Tim LDP Banten akan melakukan advokasi ke SMK Negeri 3 Pandeglang. Advokasi itu berkaitan dengan kasus penganiayaan yang menimpa 15 siswa tersebut.

Ketua Koordinator LDP Banten, Ahmad Subhan menuturkan, pihaknya perlu melakukan assesment terhadap pihak sekolah maupun korban. Mengingat kasus penganiayaan tersebut tidak cuma melukai secara fisik anak, namun juga secara psikologi.

“Karena kami khawatirkan kekerasan psikologis karena tidak terlihat. Anak-anak pasti butuh pendampingan untuk memulihkan psikologisnya,” kata Ahmad, Rabu, 6 November 2019.

Pria yang kerap disapa Aank Ahmed menjelaskan, pihaknya akan melakukan beberapa metode untuk mengetahui dampak kekerasaan yang terjadi terhadap 15 siswa itu. 

“Kami akan menggunakan metode body mapping, untuk melihat sejauh mana anak-anak tersebut mendapat kekerasan fisik. Setelah itu akan mendekatkan secara psikologisnya. Hasil ini akan kami berikan ke psikolog pfofesional untuk melihat dampak yang dialami oleh belasan anak-anak itu,” ujarnya.

Dia juga mengaku akan mempertanyakan perihal pengawasan pihak sekolah selama siswanya menjalani PKL. Sebab, kegiatan magang itu dilakukan hingga ke luar daerah.

Aank berharap pihak sekolah bisa memberi informasi ke dinas terkait seperti Dinas Sosial setempat. Karena bukan tidak mungkin, anak-anak yang menjadi korban kekerasan membutuhkan pendampingan psikologis.

“Apalagi kami dapat info anak-anak tidak sekolah. Mungkin saja ini karena gangguan psikologis. Kami juga akan mencoba mendatangi beberapa anak untuk dilakukan assesment awal,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Sakti Peksos Pandeglang itu.

Untuk diketahui, 15 Siswa SMK Negri 3 Pandeglang jurusan Nautika Penangkap Ikan itu melaksanakan PKL sekitar bulan September 2019. berangkat dari Pelabuhan Perikanan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggunakan kapal berkapasitas 200 gross tonnage (GT) sampai ke perairan Timika, Papua Barat.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending