Connect with us

METROPOLITAN

DPRD Minta Penegak Hukum Usut Kekerasan terhadap 15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang

Published

on

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, TB Asep Rafiudin akan mengundang 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang yang jadi korban kekerasan di kapal pencari ikan. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, TB Asep Rafiudin mengaku prihatin atas kekerasaan yang dilakukan Anak Buah Kapal (ABK) terhadap para siswa SMK Negeri 3 Pandeglang yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Dalam waktu dekat ini, Asep mengaku akan mengundang 15 pelajar SMK Negeri 3 Pandeglang datang ke kantor DPRD untuk menanyakan hal tersebut.

“Kami mengecam tindakan penganiayaan itu, bagaimana pun juga mereka sedang belajar. Insya allah dalam waktu dekat ini, akan kami undang,” kata Asep, Kamis, 7 November 2019.

Ketua DPD PKS Pandeglang ini, meminta aparat penegak hukum (APH) segera mengambil tindakan tegas dalam menyikapi kejadian tersebut.

“Kalau sudah melakukan tindakan kekerasan itu sudah salah. Kami mendorong aparat untuk bisa turun juga menangani kasus ini,” pintanya.

Dia berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang, karena bakal merusak citra dunia pendidikan.

“Jangan sampai ini terulang kembali teman-teman pelajar dia sedang belajar melaksanakan tugasnya, tapi diperlukan seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya 15 Pelajar SMK Negeri 3 Pandeglang mengaku diikat dan kerap disiksa ABK saat melaksanakan PKL di Perairan Timika, Papua Barat.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending