Connect with us

METROPOLITAN

Pemerhati Pendidikan Adukan Dugaan Penganiayaan 15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang ke Polda Banten

Published

on

15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang berhasil kabur dari kapal nelayan tempat mereka melaksanakan PKL. Mereka kabur saat kapal sandar di Timika, Papua. Selama di atas kapal, siswa mengaku diikat dan kerap disiksa oleh ABK senior. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Serang – Pemerhati pendidikan yang juga pemerhati kebijakan publik dari Pekumpulan Pemerhati Kebijakan Publik Indonesia atau Maha Bidik, Moh. Ojat Sudrajat resmi mengadukan dugaan penganiayaan 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang di atas kapal pencari ikan ke Polda Banten.

Laporan pengaduan Maha Bidik tertuang dalam surat bernomor 036/MBI-LPDU/XI/19 dan telah diterima Polda Banten, Kamis, 7 November 2019.

Ojat yang juga Ketua Perkumpulan Maha Bidik menyebutkan, peristiwa yang dialami 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang melaksanakan PKL di kapal pencari ikan diduga melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Berdasarkan pasal 72 ayat 3 (UU 35/2014), masyarakat bisa melaporkan (dugaan kekerasan) itu,” kata Ojat lewat pesan WhatsApp kepada BantenHits.com.

“Yang harus jadi perhatian utama adalah bukan hanya dampak dari kekerasan fisik, tapi dampak psikologis yang diderita para siswa. Saya yakin mereka pasti mengalami trauma,” sambungnya.

Dalam aduannya ke Polda Banten, Ojat menyampaikan, upaya penyelidikan akan tepat jika dilakukan Polda Banten, karena locus delicti atau tempat kejadian perkara membutuhkan koordinasi antar-polda, yakni Polda Jawa Timur dan Polda Papua.

Selain membuat aduan ke Polda Banten, Maha Bidik juga telah melaporkan kasus tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sebelumnya, 15 Pelajar SMK Negeri 3 Pandeglang mengaku diikat dan kerap disiksa ABK saat melaksanakan PKL di Perairan Timika, Papua Barat.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending