Connect with us

METROPOLITAN

Kantor Polsek Baros dan 250 Kios Rusak Akibat Kebakaran Pasar Baros

Published

on

Pasar Baros Serang ludes terbakar Minggu sore, 10 November 2019 sekitar pukul 17.30 WIB. Kebakaran diduga akibat puntung rokok. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kebakaran hebat melanda Pasar Baros, Kabupaten Serang, Minggu sore, 10 November 2019 sekitar pukul 17.30 WIB. Api yang melahap habis pasar tradisional yang berada di Jalan Raya Serang-Pandeglang ini baru bisa benar-benar padam sekitar empat jam kemudian atau sekitar pukul 21.40 WIB.

Proses pemadaman dilakukan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Serang, Damkar Kota Serang, dan BPBD Provinsi Banten.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E Wangga mengungkapkan, kobaran api yang muncul dari deretan kios daging dan klontongan tersebut diduga berasal dari korsleting listrik.

BACA JUGA: Kreasi Pendukung Fanatik Persib Turut Terbakar saat Api Melahap Habis Pasar Baros Serang

Pernyataan Jhony sekaligus mengoreksi pernyatssn Sekretaris BPBD Serang Tb Maftuhi yang sebelumnya menduga, kebakaran hebat di Pasar Baros dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Akibat kebakaran tersebut, kata Jhony, 250 kios mengalami kerusakan. Bahkan, kerusakan juga dialami Kantor Polsek Baros yang berada tepat di depan pasar.

“Kurang lebih sekitar 250 kios hangus terbakar dalam peristiwa tersebut dan juga mengakibatkan kantor Polsek Baros yang berada dekat di lokasi mengalami rusak sedang,” ungkap Jhony E Wangga, Minggu malam, 10 November 2019.

Pasar Baros berada di Jalan Raya Pandeglang, KM 13, Kampung Pasar Baros, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Selama proses pemadaman, jalur lalu lintas dari Serang-Pandeglang, juga sebaliknya terpaksa ditutup untuk memudahkan proses penanganan.

Penutupan jalur Serang-Pandeglang berdampak pada lumpuhnya lalu lintas hingga mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang. Pengguna jalan yang melintas terpaksa memutar arah melalui jalur Petir-Warunggunung-Pandeglang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending