Connect with us

METROPOLITAN

Wakil Bupati Ingin Penganiayaan 15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang Diselesaikan lewat Jalur Hukum

Published

on

15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang yang mengalami kekerasan saat PKL di sebuah kapal pencari ikan. Mereka mengaku diikat dan disiksa di atas kapal. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban akan membantu proses penanganan kasus penganiayaan yang dialami 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang, saat menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kapal pencari ikan.

Sebagai pemimpin nomor dua di Pandeglang, Tanto mengaku memiliki tanggungjawab untuk membantu 15 Siswa itu.

“Pasti (membantu). Jadi setiap bentuk apapun terkait dengan anak-anak kita yang ada di Pandeglang atau di luar, kita akan bantu dalam proses mediasi atau apapun itu,” katanya, Senin, 11 November 2019.

Tanto menuntut agar kasus tersebut diselesaikan secara hukum, karena persoalan itu menimpa anak-anak di bawah umur yang menjadi generasi penerus bangsa. 

“Kami berharap keseriusan penegak hukum untuk menyelesaikan permasalahan ini agar tidak terulang lagi. Apalagi ini masih anak-anak yang masih siswa, yang masih dalam proses pembelajaran. Seharusnya dibina, tujuan ke sana juga ingin mendapatkan ilmu,” terangnya.

BACA JUGA: Diikat dan Kerap Disiksa di Atas Kapal, 15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang Berhasil Kabur saat Sandar di Timika Papua

Sebelumnya sebanyak 15 siswa SMKN 3 Pandeglang jurusan Nautika Penangkap Ikan dianiaya saat mengikuti PKL di sebuah kapal nelayan. Mereka diikat dana dipukuli oleh ABK senior saat berlayar mencari ikan ke lautan Papua.

Pemerhati pendidikan yang juga pemerhati kebijakan publik dari Pekumpulan Pemerhati Kebijakan Publik Indonesia atau Maha Bidik, Moh. Ojat Sudrajat resmi mengadukan dugaan penganiayaan 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang di atas kapal pencari ikan ke Polda Banten.

Laporan pengaduan Maha Bidik tertuang dalam surat bernomor 036/MBI-LPDU/XI/19 dan telah diterima Polda Banten, Kamis, 7 November 2019.

BACA JUGA: Pemerhati Pendidikan Adukan Dugaan Penganiayaan 15 Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang ke Polda Banten

Ojat yang juga Ketua Perkumpulan Maha Bidik menyebutkan, peristiwa yang dialami 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang melaksanakan PKL di kapal pencari ikan diduga melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dalam aduannya ke Polda Banten, Ojat menyampaikan, upaya penyelidikan akan tepat jika dilakukan Polda Banten, karena locus delicti atau tempat kejadian perkara membutuhkan koordinasi antar-polda, yakni Polda Jawa Timur dan Polda Papua.

Selain membuat aduan ke Polda Banten, Maha Bidik juga telah melaporkan kasus tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Editor : Darussalam Jagad Syahdana

Trending