Connect with us

METROPOLITAN

Mantan Presiden Mahasiswa IPB Pimpin DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Banten, Dua Hari Terbentuk Struktur Kepengurusan Sudah 95 Persen

Published

on

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia, Anis Matta (kiri) menyerahkan SK pengangkatan Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Ramadoni (tengah) dan Sekretaris Umum Junaidi Fajri. (Istimewa)

Tangerang – Meski baru terbentuk 10 November 2019, hasil gerilya para pengurus Partai Gelora Indonesia sudah terlihat nyata di seluruh Indonesia, tak terkecuali Provinsi Banten.

Terhitung dua hari sejak Partai Gelora dideklarasikan atau Selasa, 12 November 2019, struktur kepengurusan Partai Gelora di kabupaten/kota di Tanah Jawara sudah mencapai 95 persen.

Sekum Partai Gelora Banten Junaidi Fajri mengatakan, DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Banten, menargetkan seluruh kelengkapan administrasi sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk disahkan sebagai partai politik oleh Kemenkum HAM selesai di akhir 2019 ini.

“DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Banten sudah mulai menyalakan mesin politiknya, walau beberapa waktu lalu, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia baru melantik Ramadoni sebagai Ketua Umum dan Junaidi Fajri sebagai Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Banten,” kata Junaidi menirukan ucapan Anis Matta melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 November 2019.

Ramadoni sebelumnya pernah menjabat Presiden Mahasiswa IPB dan Junaidi Fajri pernah menjabat dua periode sebagai Sekretaris Umum di salah satu Partai Islam di Tangerang Selatan.

Menurut Fajri, konsolidasi kekuatan yang dilakukan di seluruh Banten sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta.

Menyatukan Tokoh Nasionalis dan Agamis

Dalam arahannya, Anis Matta menyampaikan agar seluruh DPW membuka ruang kepada seluruh komponen masyarakat untuk bergabung di partai yang dibidani mantan tokoh PKS ini.

“Partai Gelora ini memiliki asas Pancasila dan jatidiri Islam. Kita menyatukan antara nasionalis dan agamis didalam bingkai pancasila. Tidak boleh ada polarisasi antara agamis dan nasionalis, konflik seperti ini harus sudah ditinggalkan,” ucap Junaidi menirukan ucapan Anis Matta.

Junaidi yakin partai Gelora Indonesia diterima oleh masyarakat Banten dengan baik. Terbukti pasca-pelantikan 10 November 2019, kini Partai Gelora Indonesia sudah memiliki pengurus di Banten yang meliputi struktur tingkat kabupaten/kota.

“Struktur di tingkat kabupaten/kota telah mencapai 95 persen, sedangkan tingkat kecamatan sekitar 70 persen” ucapnya.

Melihat euforia dan partisipasi masyarakat, membuat Junaidi Fajri optimis bisa memenuhi syarat di Kemenkum HAM.

“InsyaAllah, karena struktur kita se-Indonesia sudah memenuhi sesuai yang disyaratkan. Jika berdasarkan syarat pemenuhan struktur, Partai Gelora Indonesia Banten insyaAllah sudah sangat memenuhi. Namun sebulan ini pihaknya target 100 persen kab/kota dan 85 persen kecamatan,” jelasnya.

“Mohon doanya bisa diselesaikan hingga Desember 2019. Sekaligus kita akan ajak berbagai komponen untuk bergabung dan bersama-sama membesarkan Partai Gelora Indonesia di Banten,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 9 =

Trending