Connect with us

METROPOLITAN

Hujan Angin Menerjang, Tangerang-Serang Dikepung Pohon Tumbang

Published

on

Sejumlah warga memeriksa mobil yang tertimpa pohon tumbang di parkiran om the street Rumah Sakit Mayapada, Kawasan Modernland Kota Tangerang, Rabu, 14 November 2019. (BantenHits.com)

Tangerang – Hujan disertai angin melanda Tangerang dan Serang, serta sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Banten, Rabu siang, 14 November 2019 sekitar pukul 12.40 WIB.

Meski hanya berlangsung sekitar 45 menit, hujan angin membuat sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi di Kota Tangerang dan Kota Serang.

Di Kota Tangerang pohon tumbang di antaranya terjadi di Jalan Raya Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang. Pohon tumbang di jalan utama di Kota Tangerang ini membuat kemacetan tak dapat dihindari.

Sebuah mobil Toyota Avanza tampak tertutup dahan pohon yang tumbang di Kawasan Modernland. (BantenHits.com)

Selain di jalan utama, kawasan Modernland Kota Tangerang menjadi yang terbanyak lokasi pohon tumbang. Pantauan BantenHits.com, pohon tumbang terjadi tepat beberapa meter dari pintu Gerbang Kawasan Modernland dari Jalan Sudirman. Di titik ini sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2770 SN tertimpa pohon.

Pohon tumbang juga terjadi persis di depan gerbang RSUD Kota Tangerang. Di lokasi ini, pohon menutup seluruh akses keluar RSUD Kota Tangerang menuju Jalan MH Thamrin atau Jalan Sudirman.

Peristiwa pohon tumbang lainnya terjadi di parkir on the street RS Mayapada. Dua mobil yang terparkir terpantau tertimpa pohon tumbang. Beruntung, serangkaian pohon tumbang di Kota Tangerang ini tak dilaporkan ada korban jiwa.

Listrik di KP3B Dilakukan Pemadaman

Pohon tumbang di Kota Serang menimpa sebuah kendaraan. (Dok.Humas Pemprov Banten)

Di Kota Serang, Humas Pemprov Banten mencatat, kawasan Kota Serang mulai diguyur hujan, Rabu, 13 November 2019, sekitar pukul 13.20 WIB. Hujan disertai dilanda angin, dan petir.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo) Provinsi Banten, Komari menjelaskan, bberapa kawasan dilanda kerusakan akibat hujan yang pertama di Kota Serang itu.

“Kawasan pemukiman penduduk yang terdampak di antaranya Miyabon, Jalan Raya Petir hingga Boru,” kata Komari dalam keterangan tertulisnya.

Pohon tumbang di Kawasan KP3B Kota Serang. (Foto: Humas Pemprov Banten)

Jalan Raya Syekh Nawawi Al Bantani mengalami kemacetan parah dua arah dari Palima hingga perempatan Boru akibat pohon tumbang di badan jalan.

“Di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pepohonan, tiang listrik, baligho dan tiang antene rubuh. Jaringan listrik dan telekomunikasi sempat mengalami pemadaman sesaat,” jelas Komari.

Sebelum hujan angin melanda, lanjut Komari, pada awalnya, tanda-tanda hujan deras sudah terlihat sejak 12.30 WIB berupa cuaca mendung dan gemuruh angin disertai kilat. Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB terjadi hujan lebat diserati angin kencang.

“Akibatnya, pohon-pohon,beberapa mobil, kaca gedung, tiang listrik, baligho, dan tiang antene rubuh,” ungkapnya.

Sesaat setelah hujan reda, sekitar pukul 14.00 WIB, Komari langsung meninjau gedung-gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Area KP3B.

“Hampir di setiap gedung OPD terdapat pohon tumbang yang menimpa pagar, areal parkir atau gedung. Di gedung Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo terdapat antene tumbang,” ungkapnya.

“Selain di areal KP3B, Gedung Komisi Informasi Provinsi Banten di daerah Cipocok Jaya mengalami nasib serupa,” sambungnya.

Komari menjelaskan, petugas dari BPBD, PUPR, Satpol PP, Perkim, Kepolisian dibantu masyarakat menyingkirkan pohon tumbang dari badan jalan untuk mengurai kemacetan jalan serta membantu warga yang rumahnya terdampak hujan dan angin kencang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending