Connect with us

METROPOLITAN

Ingin Bangun Dapur Pengelolaan Limbah B3 di Maja, Pemkab Lebak Butuh Dana Rp20 Miliar

Published

on

Alat berat saat beroperasi di lokasi yang rencananya akan dibangun dapur Limbah B3. (Istimewa).

Lebak- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Lebak mengklaim membutuhkan dana sebesar Rp20 Miliar untuk membiayai pembangunan dapur pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Biaya sebesar itu dinilai layak lantaran dalam pembangunan dapur limbah B3 itu juga akan mencakup penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, pengangkutan, pengolahan limbah b3, hingga sampai kepada penimbunan.

“Membangun dapur pengelolaan limbah B3 membutuhkan investasi cukup besar. Minimal itu sebesar Rp 20 miliar,”kata Kepala Bidang Penataan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Hidup pada DLH Lebak Iwan Sutikno kepada awak media, Rabu, 13 November 2019.

“Jadi bukan hanya sekedar menyimpan tapi sampai pada penimbunan. Jika melihat biaya memang sangat besar tetapi jika melihat jangka panjang keberadaan dapur pengelolaan limbah B3 ini berpotensi meningkatkan PAD Lebak,”sambungnya.

Menurutnya, PAD yang diperoleh dari adanya dapur pengelolaan limbah B3 bisa mencapai miliaran rupiah. Hal itu terjadi karena memang banyak perusahaan yang membutuhkan jasa mengelola limbah B3. 

“Salah satunya itu rumah sakit, limbah medisnya dikelola oleh pihak ketiga. Anggaran harus dikeluarkan mencapai Rp 1 miliar per tahun, itu baru satu rumah sakit belum ditambah perusahaan sehingga sangat layak di Kabupaten Lebak memiliki dapur pengelolaan limbah B3,”tuturnya.

Iwan mengungkapkan, lokasi tepat pembangunan tempat pengelolaan limbah B3 itu di Kecamatan Maja. Lokasi yang saat ini menjadi tempat pengelolaan sampah. 

“Terkait itu sudah masuk pembahasan dalam rapat. Namun masih dalam tahap mau studi dulu baru mengusulkan,” katanya.

Kepala DLH Lebak Nana Sunjana menambahkan, pembangunan tempat pengelolaan limbah B3 baru wacana.

“Tapi sudah dikomunikasikan juga dengan Ibu Bupati. Terkait pembiayaan ada dua opsi, yaitu dari APBD dan pihak ketiga. Ini masih dalam pembahasan karena memang butuh kajian mendalam,”ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending