Connect with us

METROPOLITAN

Empat Orang Diamankan Densus 88 di Banten Sehari Setelah Bom Meledak di Mapolrestabes Medan

Published

on

Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan mengatakan Densus 88 Antiteror mengamankan empat orang di Banten sehari setelah letaknya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Bom bunuh diri meledak di Kantor Polrestabes Medan Jalan HM Said, Medan, Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Ledakan diduga merupakan bom bunuh diri yang dilakukan RMN (24), seorang pria yang saat kejadian mengenakan atribut pengemudi ojek online.

Sehari setelah peledakan atau Kamis, 14 November 2019, ada empat orang terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di wilayah Provinsi Banten.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan mengatakan keempat terduga tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembangan oleh tim Densus 88. 

“Kita hanya backup orang-orang yang berada di wilayah lokasi kita,” paparnya kepada awak media di Mako Brimob Polda Banten, Kamis 14 November 2019.

Tomex enggan menjelaskan lebih detail terkait perkara apa, sehingga empat orang tersebut diamanakan Densus 88.

“Masih didalami dengan densus kita tidak bisa berasumsi, karna fakta-fakta kita harus betul-betul yakinkan,” paparnya.

Menurut Tomex, Polda Banten saat ini berupaya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Banten. Beberapa tempat objek vital dan Markas Polres se-Banten dilakukan pengamanan ketat.

“Markas kepolisian objek vital nasional sentra-sentra kegiatan publik masyarakat kita lakukan pengamanan ketat namun tidak menghilangkan layanan publik,” ungkapnya.

“Harapan kita bersama TNI polri agar situasi tetap baik dan roda pembangunan tetap jalan dengan baik,” tungkasnya.

Karyawan BUMN

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardy mengungkapkan, keempat pelaku yang berhasil ditangkap berinisial DA (pria) berusia 28 tahun, QK (pria) usia 54 tahun, AP (pria) usia 45 tahun, MA (pria) usia 45 tahun. 

Salah satu terduga teroris yang telah diamankan berinisial QK di Kota Serang. Dia bekerja di salah satu perusahaan BUMN di Banten.

“Tidak menutup kemungkinan ada orang lain (teroris) di sana (perusahaan milik negara). Salah satu (yang diamankan) karyawan di BUMN,” kata Edy Sumardy seperti dilansir Merdeka.com, Kamis, 14 November 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending