Connect with us

METROPOLITAN

BEM dari 27 Kampus di Serang Berikan Rapor Merah untuk Ratu Tatu Chasanah

Published

on

Seruan aksi mahasiswa yang tergabung BEM Serang di Pendopo Bupati Serang, Kamis, 14 November 2019. (Istimewa)

Serang – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang sudah memimpin Kabupaten Serang hampir lima tahun, dinilai gagal membawa kabupaten tertua di Provinsi Banten menjadi lebih baik. Berbagai persoalan seperti angka pengangguran yang tinggi, krisis moral, serta buruknya kualitas lingkungan saat ini tengah mendera Kabupaten Serang.

Atas kegagalan ini, Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari 27 kampus di Serang yang tergabung BEM Serang memberikan rapor merah untuk Ratu Tatu yang juga adik mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang saat ini tengah dibui karena korupsi.

BEM Serang saat unjuk rasa di Pendopo Bupati Serang, Kamis, 14 November 2019. Mahasiswa memberikan rapot merah untuk Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang dinilai gagal memimpin Kabupaten Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Penilaian rapor merah untuk Ratu Tatu Chasanah disampaikan BEM Serang saat aksi unjukrasa di depan Pendopo Serang, Kamis, 14 November 2019.

Koordinator aksi Alwan kepada wartawan di lokasi unjuk rasa mengungkapkan, kepemimpinan Tatu Chasanah dalam menahkodai Pemkab Serang gagal karena jadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Provinsi Banten.

Kondisi ini kata Alwan adalah ironi karena Kabupaten Serang dikenal sebagai lumbung industri, sekaligus menunjukan mutu kualitas Bupati Serang dinilai tidak memuaskan masyarakatnya.

“Inilah cerminan rapor merah yang kami berikan kepada Pemkab Serang,” ucap Alwan.

BEM Serang juga merekomendasikan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang dicopot.

“Pengangguran ini PR pemkab khususnya Bupati dan kepala dinas hal ini belum diselesaikan, maka BEM Serang merekomendasikan mencopot kepala dinas Disnaker Kabupaten Serang,” ujarnya.

Alwan menilai, Kabupaten Serang saat ini sudah masuk darurat lingkungan hidup. Menurutnya, sudah banyak aspirasi dari mahasiswa terkait lingkungan hidup tidak ditindaklanjuti oleh Pemda Kabupaten Serang.

Selain soal pengangguran dan lingkungan, Alwan juga menyinggung krisis moral di Kabupaten Serang yang menurutnya masih rendah.

“Data 2019 ada beberapa pelanggaran kasus moral dan pelecahan seksual ini menandakan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Serang rendah,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending