Connect with us

METROPOLITAN

Waspada! BMKG Terbitkan Peringatan Dini untuk Dua Kabupaten di Banten, Tagana Pandeglang Sebut 12 Kecamatan Rawan Longsor

Published

on

Peringatan dini BMKG terkait potensi angin kencang di Kabupaten Pandeglang bagian selatan dan Kabupaten Lebak bagian selatan. (Foto: tangkap layar laman bmkg.go.id)

Pandeglang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadi angin kencang di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian selatan dan Kabupaten Lebak bagian selatan.

Peringatan dini tersebut disampaikan melalui laman resmi BMKG, Jumat, 15 November 2019 atau sehari setelah berakhirnya prediksi BMKG mengenai hujan lebat yang akan melanda sejumlah provinsi termasuk Banten sepanjang 11-14 November 2019.

Sementara, Taruna Siaga Bencana atau Tagana Kabupaten Pandeglang mengungkapkan ada 12 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang berpotensi mengalami pergerakan tanah hingga dapat berakibat longsor.

12 kecamatan itu yakni Panimbang, Carita, Mandalawangi, Pandeglang, Cadasari, Karangtanjung, Bojong, Cigeulis, Pulosari, Cimanggu, Picung, dan Sumur.

“Kalau curah hujan tinggi, 12 Kecamatan itu berpotensi mengalami longsor,” kata Ketua Tagana Pandeglang, Ade Mulyana kepada BantenHits.com, Jumat, 15 November 2019.

Menurut Ade, kebanyakan dari 12 kecamatan tersebut merupakan wilayah dengan kontur perbukitan. Oleh karenanya, Ade meminta agar warga selalu waspada ketika datang hujan.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada, mengingat wilayah Pandeglang potensi bencananya tinggi,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar masyarakat tidak menebang pohon semberangan di daerah pegunungan. 

“Kalau mau ditebang pohonnya. Harus menanam dulu pohon yang baru,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah rumah di Kabupaten Pandeglang ambruk diterjang angin puting beliung, Kamis, 14 November 2019. Dari data sementara Tagana Pandeglang, terdapat lima rumah warga yang ambruk.

BACA JUGA: Diterjang Puting Beliung, Lima Rumah Warga di Pandeglang Ambruk

Kelima rumah itu tersebar di lima kecamatan, di antaranya rumah Uci Sanusi (56), warga Kampung Saketi Pasir, Desa Kadu Dampit, Kecamatan Saketi; kemudian rumah Rukayah warga Kampung Parigi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikedal. Tiga rumah lainnya berada di Kecamatan Sindangremsi, Jiput dan Cisata.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending