Connect with us

METROPOLITAN

Kesal Persoalan Bau Kimia Tak Kunjung Ada Solusi, Warga Dua Kampung di Cilegon Geruduk PT Dover Chemical

Published

on

Warga dua kampung saat memblokir pintu masuk plant B PT Dover Chemical. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Puluhan warga dari dua lingkungan Sumur Wuluh dan Kali Baru, Kelurahan Gerem, Kecamaran Pulomerak, Kota Cilegon menggeruduk pabrik PT Dover Chemical, Jumat, 22 November 2019. Mereka juga turut memblokir paksa pintu masuk plant B perusahaan kimia itu.

Aksi itu terpaksa dilaksanakan warga lantaran kesal tak adanya solusi dan kerap terkena dampak gas kimia yang di hasilkan oleh perusahaan.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi warga tersebut dilakukan sejak Kamis, 21 November 2019 sekira pukul 23:00 WIB. Manajemen perusahaan yang diduga enggan menemui warga untuk memberikan penjelasan membuat kekesalan warga bertambah, sehingga akses pintu masuk kedalam perusahaan ditutup paksa warga menggunakan batu boldas.

BACA :  Demi Tugas, Sang Nahkoda Kapal Sudah 10 Tahun Tak Berlebaran Bersama Keluarga

Saat dikonfirmasi Ketua RT 04 RW 02 Lingkungan Kali Baru, Afa Sakuan membenarkan adanya aksi pemblokiran pintu masuk Plant B PT Dover Chemical. 

Ia mengatakan meskipun pernah melakukan mediasi antara warga dengan pihak perusahaan namun hingga saat ini tidak ada perubahan yang signifikan.

“Kita sudah sering merasakan bau menyengat yang dihasilkan oleh kegiatan PT Api Kayu yang berada di area Palnt B PT Dover Chemicak, kita juga sudah mediasi ternyata masih ada aja baunya bahkan semakin parah. Anak-anak yang sering mengalami keluhan di saluran pernafasan,”kata Afa saat di temui di lokasi.

Selain melakukan pemblokiran, Afa mengkau sudah melaporkan peristiwa pencemaran udara ini kepada pihak kepolisian yakni Polres Cilegon untum menindak lanjuti.

BACA :  Cabuli 4 Wanita, Seorang Tukang Urut di Solear Tangerang Diamankan Polisi

“Info dari perusahaan katanya ada kegiatan Cleaning di dalam, tapi kan dampaknya hampir setiap hari kita rasakan. Semalam juga saya sudah laporkan kepada polres Cilegon untuk di tindak lanjuti, kita akan terus tutup akses masuk sampai managemen dover berikan penjelasan dan penanganan,”ungkapnya.

Sementara di tempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Ujang iing membeberkan bahwa sebelum adanya aksi pemblokiran warga pihaknya sudah turun kelapangan untuk melakukan pemeriksaan. Namun DLH Kota Cilegon tidak bisa berbuat banyak karena kewenangan penindakan ada di Kementrian Lingkungan Hidup RI.

“Saya sudah sampaikan kemasyarakat, bahwa kewenangannya ada di kementrian selain itu saya juga meminta kepada pusat tolong dong hasil rekomendasi DLH Cilegon agar segera di tindak lanjut,”tandasnya.

BACA :  Tobat, Pasutri Eks Pengikut Gafatar Asal Cilegon Baca 2 Kalimat Syahadat

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler