Connect with us

METROPOLITAN

Mami Lulu Pekerjakan Gadis SMA Untuk Layani Tamu, Wakil Rakyat di Pandeglang Ngaku Tengah Bentuk Pansus

Published

on

Polres Pandeglang saat mengamankan para pemandu lagu di rumah bernyanyi Carista. (Dok.BantenHits).

Pandeglang – Kasus MK soerang gadis ABG yang masih duduk di bangku SMA yang di pekerjakan sebagai pemandu lagu oleh Lulu Eva Mastorin (42) di sebuah tempat hiburan malam mendandakan lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Hal itu, diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Dodi Setiawan. Oleh karenanya, Dodi mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) memperketat pengawasan terhadap pengusaha supaya  tidak mempekerjakan anak dibawah umur.

“Disnakertrans harus memperketat pengawasan agar para pengusaha tidak mempekerjakan anak dibawah umur,” kata Dodi, Minggu, 24 November 2019.

Dodi juga meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Pandeglang bersikap tegas bagi tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin.

BACA :  Wabup Kepeleset Sebut Kepanjangan PKS

“Dinas perizinan juga harus mengambil tindakan tegas terhadap tempat-tempat hiburan yang tidak memiliki izin,” ujarnya.

Politisi PKS itu mengaku menyesalkan adanya tempat hiburan malam yang mempekerjakan anak dibawah umur, seperti Carista yang terletak di Desa Penjamen, Kecamatan Carita itu.

“Kami menyesalkan atas kejadian tersebut. Kami minta aparat penegak hukum menindak dengan tegas pelaku yang mempekerjakan anak dibawah umur karena hal tersebut bentuk eksploitasi terhadap anak,” tegasnya.

Baca Juga: Pekerjakan Gadis SMA dengan Tarif Rp100 Ribu, Mami Lulu Dibekuk Polres Pandeglang

Untuk melindungi hak anak serta meminimalisir kejadian serupa kata Dody, DPRD Pandeglang tengah menyusul Panitia Khusus (Pansus) Raperda Kota Layak Anak (KLA).

BACA :  May Day di Kota Tangerang Dipusatkan di Lapangan Ahmad Yani

“Untuk meminimalisir kejadian yang sama dan dalam rangka melindungi hak-hak anak, Kami di DPRD Pandeglang sedang bekerja melalui pembentukan Pansus Raperda KLA. Semoga Pansus Raperda KLA ini bisa disetujui menjadi Perda sehingga hak-hak anak bisa lebih terlindungi,” tandasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP DP Ambarita memastikan, pihaknya bakal menuntaskan kasus tersebut. Katanya, hingga saat ini pihaknya terus mendalami.

“Terus kami dalami, karena diduga ada pihak lainnya dalam kasus tersebut. Kalau saat ini tersangka masih satu, mudah-mudahan hasil pengembangan tersangka lainnya terungkap,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler