Connect with us

METROPOLITAN

APBD Ibu Kota Banten Tahun 2020 Hanya Rp1,3 Triliun, DPRD Sebut Setara dengan Anggaran Satu OPD di Pemprov

Published

on

Wali Kota Serang, Syafrudin didampingi Anggota DPRD Banten Furtasan Ali Yusuf saat memberikan keterangan pers. (BantenHits.com/Mahyadi).

Serang- Anggota komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Furtasan Ali Yusuf (FAY) mengaku kecewa dengan Bantuan Keuangan (Bankeu) yang diberikan Pemerintah Provinsi Banten untuk Pemerintah Kota Serang.

Memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) paling kecil se Tanah jawara di tahun 2020 yakni Rp1,3 miliar. Ibu kota Banten ini hanya diguyur Bankey senilai Rp45 miliar.

“Kota serang ini seharusnya lebih besar dari yang lain mengapa karena satu ini adalah ibukota provinsi kedua ini adalah wajah atau instalasi Provinsi Banten,” kata Furtasan kepada awak media di gedung Pemkot Serang, Selasa 26 November 2019.

BACA :  Tak Ada yang Lebih Tabah dari Juli; Rumah Tak Layak Huni, Anak Depresi

Furtasan mengakui usia Kota Serang barulah 12 tahun. Namun, menurutnya ini menjadi perhatian serius Pemprov Banten lantaran jumlah APBD yang tergolong sangat kecil.

“Rumusnya kalau yang sudah besar (Kabupaten/Kota) APBD nya tentu supporting nya tidak terlalu besar, kalau Kota Serang ini paling minim nih APBD nya satu koma tiga triliun, itu kalau di Provinsi hanya untuk satu OPD, bahkan ada lebih  kalau di sana ada yang tinggi,”tuturnya.

Baca Juga: APBD Lebak Tahun 2020 Defisit, Anggaran Kesejahteraan Rakyat Dirasionalisasi Rp200 Juta

Karenanya, Politisi NasDem ini berharap ke depan Bankeu Pemprov Banten untuk Kota Serang lebih di prioritas.

“Kalau bisa dua kali lipat dari sekarang sekarang 45 miliar. Tadi pak wali misalnya seratus mudah-mudahan ini kita ukurannya bisa dilihat dari tahun 2021 nanti artinya,”tandasnya.

BACA :  Tanah Digusur untuk Jalur Kereta ke Bandara Soetta, Warga Poris Plawad Demo Wali Kota

“Sarusnya di support lebih besar betul jangan sampe nanti kota serang tidak mendapat perhatian padahal ini adalah ibukota Provinsi disini wajahnya provinsi itu adanya kota serang gitu makanya harus mendapat perhatian, wajar jika anggapan dulu Kota Serang terlantar dari Gubernur,”sambungnya.

Merasa Tak Diperjuangkan

Sementara itu Wali kota Serang Syafrudin menilai dengan Bankeu hanya 45 Miliar seolah-olah ibu kota provinsi Banten tidak ada yang memperjuangkan, meski ibukota sebagai etalase semua unsur pemerintah provinsi Banten.

“Ibukota provinsi ini salah satu ita etalase juga semua unsur baik perkantoran maupun personal (gedung pemprov Banten-red) itu rata rata berada di kota serang, akan tetapi Kota Serang ini malah eh terkecil bantuannya oleh Provinsi Banten ya seolah olah tidak ada yang memperjuangkan,”kata Syafrudin.

BACA :  63 Bangunan Liar Menuju Pintu Tol Balaraja Dibongkar Petugas

Meski dapat 45 miliar, Wali kota Serang Syafrudin menyatakan akan tetap mengambil namun dengan harapan pemerintah provinsi untuk bisa membangun bersama yang menjadi kewajiban kota serang.

“Dibangun oleh provinsi juga jadi jalan-jalan apa bantuan provinsi banten dengan yang akan dibangun oleh provinsi di kota sama,”katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler