Connect with us

METROPOLITAN

Ceramah di Depan Ribuan Santri Banten, Gus Miftah Tak Setuju Cadar dan Celana Cingkrang Diidentikkan Teroris

Published

on

Gus Miftah (pegang mic) dan Wali Kota Serang Syafrudin (batik merah) saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Penceramah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Miftah menyatakan tak setuju umat Islam yang mengenakan cadar, celana cingkrang dan jenggot diidentikkan teroris.

Pernyataan tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta saat ceramah di hadapan ribuan santri dan masyarakat saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Kota Serang, Senin 25 November 2019.

“Saya tidak sepakat kalau cadar, jenggot dan cingkrang diidentikan dengan teroris. Mau bercadar ataupun tidak bercadar silakan, wong itu raimu,” katanya diiringi tawa para jamaah.

BACA :  Kantor Desa Dirusak, Kades Bakung Tuding Motif Pengerusakan Buntut dari Pilkades

“Saya tidak benci dengan cadar kalau mau pakai silakan mau tidak silakan karena muka tidak masuk dalam aurat,” sambungnya.

Larangan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar dan bercelana cingkrang sebelumnya disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Tak hanya itu, Fachrul Razi juga menyampaikan rencana melarang masyarakat yang penggunaan niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah. 

Rencana larangan cadar karena alasan keamanan usai penusukan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Kabupaten Pandeglang beberapa bulan lalu.

Wali Kota Serang Syafrudin yang juga turut hadir dalam acara mengaku sepakat dengan pendapat Gus Miftah soal cadar dan celana cingkrang yang tidak bisa diidentikkan dengan teroris.

BACA :  Masjid Jadi Lokasi Syuting 'Anak Jalanan', Kades Sindanglaya: Enggak Ada Izin ke Kita

“Soal cadar, nah saya kira itu memang tidak ada aturannya dalam Alquran. Mau cadar mau tidak itu keyakinan-masing masing jadi tidak dilarang,” tegasnya.

Diketahui setiap agenda Maulid Nabi Muhammad SAW, orang nomor satu di Kota Serang ini selalu hadir.

“Saya kira ini kan salah satu perayaan Maulid Nabi secara kebetulannya itu, penceramahnya dari Jakarta kemudian panitianya dari GP ansor jadi nampaknya sangat antusias sekali dan meriah ya. Mudah-mudahan ini kegiatan yang positif dan juga eh ajang silaturahmi,” ucap Syafruddin.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 




Photos

  • Videos


  • Terpopuler