Connect with us

METROPOLITAN

Kado Berdarah di Hari Guru Nasional, 41 Pelajar SMK di Kota Serang Terlibat Tawuran

Published

on

Puluhan pelajar dari berbagai SMK dan SMP di Pandeglang saat diamankan polisi lantaran terlibat tawuran. (Mahyadi/BantenHits.com).

Serang- Sedikitnya 41 pelajar di Kota Serang berhasil diamankan pihak Kepolisian Polres Serang Kota, Senin, 25 November 2019. Puluhan pelajar yang  berasal dari SMK dan SMP di Serang dan Pandeglang itu kepergok akan terlibat tawuran.

Ironinya, aksi berbahaya ini sengaja direncanakan para pelajar untuk memperingati Hari guru nasional tahun 2019.

Wakapolres Serang Kota Kompol Mirodin mengatakan informasi yang didapat dari para pelajar, bahwa rencana tauran ini sebagai aksi pemberian kado berdarah di hari ulang tahun PGRI yang ke 74 sehingga.

“Mereka para pelajar ini menantang SMK Fatahillah untuk datang, seperti ini loh saya ulang tahun datang ke sini sebagai kado berdarah,”kata Mirodin kepada awak media.

BACA :  10 Blogger Ikut Kompetisi Writingthon di Puspiptek Serpong

Kata Mirodin, tak hanya 41 pelajar petugas juga mengamankan 4 alumni yang akan terlibat dalam aksi saling serang itu. Puluhan pelajar itu, sambung Mirodin berasal dari SMK Fatahillah Kabupaten Serang, SMK PGRI 1 Kota Serang, SMK PGRI 3 Kota Serang, SMK Prisma Kota Serang, SMK 2 Pandeglang, SMK Insan Cendekia, SMK PGRI Kragilan, SMP PGRI Kragilan, dan SMP 2 Kramatwatu.

“Semuanya ini kita makan di tempat yang berbeda pertama Pakupatan, yang kedua di jalan Ciwaru Serang dan yang ke tiga di waringinkurung,” paparnya.

Mirodin mengaku masih mendalami pesan whatsApp yang tersebar di Group. Pihak kepolisian terus mencari dalang dibalik kejadian ini.

“45 siswa ini sudah di data dan sudah membuat surat pernyataan dan akan kita kembalikan apabila guru kepala sekolah dan orang tua sudah ke sini,” ungkapnya.

BACA :  Penumpang Meningkat 2 Persen saat Libur Nataru, Dishub Kota Serang Siapkan Bus 1000 Armada

Dalam peristiwa itu, polisi berhasil mengamankan senjata tajam, dua celurit, dua gir motor dan satu golok.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler