Connect with us

METROPOLITAN

Nelayan di Panimbang Bingung untuk Perpanjang Kartu Asuransi Nelayan yang Didapat saat Era Menteri Susi Pudjiastuti

Published

on

Kartu Asuransi Nelayan yang dimiliki nelayan di Panimbang, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang  – Sejumlah nelayan di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, mengaku kebingungan apakah Kartu Asuransi Nelayan yang mereka miliki masih bisa digunakan atau tidak. Sebab, masa berlaku kartu itu sudah habis sejak tanggal 27 Maret 2019.

Kartu Asuransi Nelayan adalah kartu yang digulirkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2016 lalu, melalui Program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) secara gratis.

Namun, sejak tahun 2018, pemerintah mulai mewajibkan nelayan membayar premi secara mandiri setiap tahunnya kepada Jasindo sebesar Rp175 ribu.

“Saya ingin tau apakah kartu ini bisa di perpanjang atau tidak, karena punya saya masa berlakunya sudah habis,” kata salah seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya kepada BantenHits.com, Sabtu, 30 November 2019.

Menurutnya, nelayan yang memiliki kartu tersebut dapat menjadi rekomendasi untuk mendapat perawatan kesehatan secara gratis, dan mendapat bantuan uang sampai Rp200 juta.

“Manfaatnya memang ada, yang kecelakaan ketika melaut bisa mendapat bantuan, apalagi yang sampai meninggal bisa mendapat bantuan sampai Rp200 juta,” jelasnya.

BantenHits.com sudah berusaha menghubungi Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang melalaui sambungan telepon, namun tidak ada respon.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending