Connect with us

METROPOLITAN

Terkuak! Mayat Bayi di Halaman Rumah Warga Pagelaran Hasil Hubungan Terlarang Pelajar SMA

Published

on

Satreskrim Polres Pandeglang saat memeriksa AZ mengenai kasus pembuangan bayi di halaman rumah warga Pagelaran, Pandeglang. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Polres Pandeglang akhirnya membongkar dalang dalam kasus penemuan mayat bayi di halaman rumah warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Minggu, 1 Desember 2019.

Bayi yang baru berusia 6 bulan itu, diketahui hasil dari hubungan terlarang gadis berinisial MRT dan pria berinisal AZ  pelajar sedarajat SMA di Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

Baca Juga: Mayat Bayi Tak Berbusana Ditemukan Tergeletak di Halaman Rumah Warga Pagelaran Pandeglang

Kanit 4 PPA Polres Pandeglang, IPDA Dasep Dudi Rahmat mengatakan sudah mengamankan kedua pelaku pembuangan mayat bayi yang baru lahir tersebut kemarin.

BACA :  Polisi Tangerang Ini Belikan Air Minum untuk Wanita Tua Lalu Bantu Naikkan ke Bus Kota

“Sekitar pukul 16:30 WIb, kita sudah ungkap pelaku yang buang bayi itu, yakni ibunya sendiri inisal MRT. Beberapa jam setelah itu, kita juga berhasil mengamankan laki-laki berinisal AZ. AZ ini yang menghamilinya, Mereka pacaran, berhubungan layaknya suami istri,” kata Dasep, Senin, 2 Desember 2019.

Saat ini MRT tengah melakukan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, sementara AZ masih dimintai keterangan oleh Polisi di Markas Polres Pandeglang. Dasep menyebut, kedua orang itu dimungkinkan menjadi tersangka.

“MRT sekarang dalam perawatan intensif di RSUD Berkah, sementara aki-lakinya disini, keduanya di mungkinkan ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang masih peroses penyelidikan,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Beralih Fungsi, Sisa Lahan Pertanian di Kota Serang 8 Ha



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh