Connect with us

METROPOLITAN

Dukun Urut yang Diduga Bantu Aborsi Pasangan Pelajar di Pandeglang Diburu Polisi

Published

on

Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto (tengah) saat ekspose pengungkapan kasus pembuangan bayi dengan pelaku sepasang pelajar SMA. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Peristiwa penemuan jasad bayi laki-laki di halaman rumah warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 1 Desember 2019, menguak sejumlah fakta memilukan.

Hanya dalam hitungan jam, jajaran Polres Pandeglang berhasil mengungkap pelaku pembuang jasad bayi tersebut, yakni pasangan pelajar SMA berinisial MRT (16) dan AZ (15).

MRT yang hamil sekitar 6 bulan dari hasil hubungan terlarangnya dengan AZ,  menggugurkan darah dagingnya sendiri dengan cara pergi ke tukang urut bayi bersama AZ.

Awalnya, AZ yang kebingungan mendapati pacarnya hamil mendapat saran dari rekannya untuk pergi ke dukun bayi untuk diurut, sehingga AZ dan MRT memutuskan untuk mendatanginya. Di lokasi, dukun yang bersangkutan memberikan obat dan mengurut MRT. 

BACA :  Jokowi Akan Hadiri Haul ke-124 Syekh Nawawi Al Bantani di Serang

Sesudah diurut dan diberikan obat, MRT mulai merasakan mual, sesak napas dan sakit perut, sehingga pergi ke bidan pada malam harinya dengan alasan mengalami gangguan menstruasi.

Sesampainya di tempat praktik bidan, tanpa sepengetahuan bidan, MRT pergi ke kamar mandi. Saat di kamar mandi, bayi dalam kandungan MRT keluar. Tanpa rasa iba, MRT membuang bayi itu ke halaman rumah warga.

“Berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan, ini ada kesesuaian, didukung dengan petunjuk dari handphone MRT dan AZ, serta didukung lagi oleh hasil visum, sehingga kami menetapkan pasangan ini sebagai terasangka,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto, Selasa, 3 Desember 2019.

Barang bukti kasus pembuangan bayi dengan pelaku sepasang pelajar SMA di Pandeglang diekspose Polres Pandeglang.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun MRT dan AZ tidak dilakukan penahanan, dengan alasan masih di bawah umur dan sedang melaksanakan ujian sekolah.

BACA :  Karyawan Alam Sutera Ditangkap Mencuri di Spartan Futsal Arena

“Kita tidak lakukan penahanan kepada pelaku, karena masih anak-anak, di samping masih anak anak juga sedang mengikuti ujian. Jangan sampai proses penegakan hukum ini akan menimbulkan permasalahan baru,” jelasnya.

Buru Dukun Urut yang Berikan Obat

Saat ini pihak Polres Pandeglang masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap dukun bayi yang memberikan obat dan mengurut MRT. Dari hasil penyidikan, dukun bayi tersebut mematok tarif sampai Rp4 juta untuk obat dan urut.

“Sampai saat ini dukun bayi masih dalam pencarian, karena identitasnya pun masih kita dalami. Tetapi kita akan terus mengejar dukun bayinya ini,” ujarnya.

Kendati demikian, polisi belum bisa menyimpulkan adanya praktik aborsi yang dilakukan oleh dukun bayi tersebut. Namun, berdasarkan bukti yang dikumpulkan mengarah ke praktik aborsi.

BACA :  HUT Ke-17 Kota Cilegon, HMI Sebut Pemerintah Gagal Sejahterakan Masyarakat

“Tentunya ini menjadi pemicu untuk kami, melakukan penertiban termasuk penegakan hukum terkait aborsi. Tetapi sementara ini kami belum bisa menyimpulkan (ada praktik aborsi) tapi bukti-bukti yang dikumpulkan mengarah kesana,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

    Terpopuler