Connect with us

METROPOLITAN

Pria Muda Nekat Terjun dari Atas Tower Dekat Mapolres Lebak Gara-gara Ini

Published

on

FOTO Ilustrasi. Garis polisi terpasang di sekitar lokasi tower yang tersambar petir.(FOTO: Banten Hits/ Saepulloh)

Lebak- Arip SB (29) warga Kampung Jatiasih, Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak nekat mengakhiri hidupnya, Selasa, 3 Desember 2019.

Ironinya, perjaka yang diduga mengidap penyakit skizofrenia nekat terjun bebas dari atas sebuah tower yang berada di dekat Mapolres Lebak di Kampung Curug Pasir, Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung.

Informasi diperoleh peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Saat itu warga sekitar dihebohkan dengan adanya seorang pria yang memanjat tower BTS salah satu provider.

Kepala Desa Narimbang Mulia, Mulyanto membenarkan adanya peristiwa bunuh diri di wilayahnya. 

BACA :  Dandim Serang Sebut Ada Gerakan yang Ingin Membuat Seolah Negara Tidak Hadir

“Leres kang,”kata Mulyanto saat dihubungi BantenHits.com, Rabu, 4 Desember 2019.

Mulyanto mengungkapkan saat ini jenazah korban tengah dalam proses pemakaman. “Lagi di salatkan dulu kemudian di makam kan di TPU Cidadap dekat Polres,”ungkapnya.

Sementara Rere Shilla keluarga korban mengungkapkan Arip telah lama menderita penyakit skizofrenia. Dimana adanya penyakit itu membuat Arip harus ketergantungan dengan obat.

“Sudah 5 tahun menderita penyakit itu (skizofrenia) jadi dia (korban) harus ketergantungan obat, kalau tidak minum ya kaya orang yang sakit jiwa,”kata Rere kepada BantenHits.

Saat kejadian Rere mengaku sedang tidak ada berada di rumah. Namun sang Mamah menghubungi dan memberitahu bahwa Arip yang tak lain kakaknya telah pergi dari rumah.

BACA :  Diduga Frustasi karena Penyakit, Wanita di Jawilan Gantung Diri

Mendengar kabar tersebut, Rere bergegas pulang dan memberitahu seluruh rekannya untuk membantu mencari sosok Arip.

“Salah satu teman kasih tahu kalau ada yang loncat dari tower. Tanpa pikir panjang saya ke lokasi. Namun kakak saya sudah tidak ada disitu (Lokasi),”kata Rere.

“Saya sempat ditenangin gitu siapa tahu itu bukan kakak saya, tapi pas ke rumah sakit benar ternyata itu kaka saya,”sambungnya.

Saat pergi dari rumah, lanjut Rere, Arip mengenakan pakaian celana pendek berwarna cokelat dan baju berwarna merah-abu sebari membawa senter.

“Pas di rumah sakit bajunya udah ngha ada tapi itu benar kakak saya,”ucapnya.

Lebih jauh Rere menjelaskan Arip sempat overdosis hingga ke tiga kalinya. Sehingga beberapa bulan kebelakang obat yang biasa dikonsumsinya tak bereaksi.

BACA :  Perbaikan Jalan Mancak-Cilegon Dilakukan Tahun Ini

“Beberapa bulan ke belakang obatnya udah ngga bereaksi. Kalau ngga minum obat itu nyeleneh tapi kalau minum obat kaya orang normal,”jelasnya.

“Kalau udah kumat memang dia suka nyakitin dirinya sendiri bahkan keluarga,”timpal Rere.

Hingga berita ini publish BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi pihak kepolisian

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler