Connect with us

METROPOLITAN

Sedih! Nenek Miskin Tinggal dalam Gubuk Tak Layak Huni di Tengah Hutan

Published

on

Gubuk yang ditempati Saedah (70), nenek miskin di Kampung Cimalingping, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, tampak tidak layak huni. Di gubuk ini Saedah tinggal sendirian. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Saedah (70), nenek miskin di Kampung Cimalingping, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, harus menghabiskan masa tuanya seorang diri di sebuah gubuk tidak layak huni.

Dalam gubuk berukuran 4×4 itu, Saedah hidup tanpa aliran listrik, karena khawatir tidak mampu membayar tagihan bulanan. Selain itu, rumah Saedah juga berada di tengah hutan jauh dari perkampungan warga.

Saedah tinggal di gubuk tersebut sudah lima tahun. Dia menumpang di tanah milik anak perempuannya yang sudah bersuami. Selama itu, dia menghabiskan hari-harinya di kebun. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Saedah hanya mengandalkan penghasilan sebagai seorang buruh tani serabutan.

“Saya tinggal di ruamah ini sendirian, sudah lima tahun. Rumahnya enggak pakai listrik, takut enggak kebayar,” kata Saedah saat menerima bantuan dari DPK Teknologi Pertanian GMNI Pandeglang, Selasa, 10 Desember 2019.

Saat menerima bantuan hasil penggalangan dana DPK Tekhnologi Pertanian GMNI Pandeglang, Saedah tidak bisa menutupi rasa gembiranya. Pasalnya, selama tinggal di gubuk tersebut, Saedah belum pernah mendapat bantuan dari siapa pun.

Tim DPK Teknologi Pertanian GMNI Pandeglang, saat akan memberikan bantuan kepada Saedah (70), nenek miskin yang tinggal di gubuk, Selasa, 10 Desember 2019.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Ketua DPK Tekhnologi Pertanian GMNI Pandeglang, Syahroni mengaku merasa miris melihat kondisi Saedah yang menghabiskan masa tuanya di gubuk tidak layak huni. Padahal, setiap tahun Pemkab Pandeglang selalu menggulirkan bantuan RTLH.

“Tetapi bantuan itu, rasa-rasanya belum dirasakan oleh Ibu Saedah. Sehingga kami mencoba melakukan penggalangan dana,” ujarnya.

Menurut Syahroni, Saedah betul-betul mengharapkan adanya bantuan RTLH, agar dapat tinggal di rumah yang layak. Karena, jika mengandalkan penghasilannya sebagai buruh serabutan, tidak akan cukup untuk merehab rumah.

“Jangankan merehab rumah, untuk makan sehari-hari saja susah,” jelasnya.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Sosial tidak salah sasaran ketika memberikan bantuan RTLH. Supaya orang seperti Saedah, dapat merasakan manfaatnya.

“Kami harap Pemerintah mau mendengar dan melihat langsung kondisi warganya. Semoga kedepan bantuan untuk warga miskin tepat sasaran,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending