Connect with us

METROPOLITAN

202 Masyarakat di Banten Ikut Tes Tertulis Rekrutmen SDM PKH

Published

on

Irjen Kemensos RI Dadang Iskandad (biru) saat membuka secara resmi seleksi tertulis rekrutmen SDM PKH di Banten. (BantenHits.com/Mahyadi).

Serang- Sedikitnya 202 masyarakat Provinsi Banten mengikuti seleksi tertulis dalam rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) di salah satu Hotel Kabupaten Serang, Kamis, 12 Desember 2019.

Mereka bersaing untuk menduduki jabatan sebagai pendamping, administrator pangkalan data dan koordinator kabipaten/ kota di provjnsi Banten.

“Banyaknya peminat ini menunjukan antusiasme masyarakat padahal yang akan kita ambil sebanyak kurang lebih 100 orang,”kata Irjen Kemensos RI Dadang Iskandar kepada awak media, Kamis 12 Desember 2019.

Dadsn meminta para SDM PKH yang dinyatakan lulus tidak hanya sebatas mencatat dan memfasilitasi penyaluran bantuan tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bisa mandiri dan lepas dari masalah kemiskinan yang mereka alami selama ini.

“Tugas yang lebih pokok lagi adalah membina Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi keluarga mandiri. Sehingga kedepannya KPM bisa memperbaiki perekonomiannya sendiri,”terangnya.

Dari data Kemensos, lebih jauh Dadang mengungkapkan jumlah pendaftar PKH se- Indonesia menembus 143.301 dan dinyatakan layak mengikuti verifikasi sebanyak 65.178. Dimana 202 diantaranya merupakan warga Banten.

“Kebanyakan yang mendaftar D3 dan S1 Mereka akan mendorong penerima PKH untuk tidak tergantung,”jelasnya..

Sementara itu, MO Royani, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos menjelaskan seleksi ujian SDM PKH dibagi menjadi tiga gelombang diseluruh Indonesia. Uji test kopetensi dan psikotes dilakukan di Kabupaten Serang merupakan gelombang ke III.

“Untuk mengawal proses test berjalan secara fair, Kementerian melibatkan akademisi dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta,”kata Royani.

Royani mengatakan, pada 2020 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) alokasi anggaran sekitar Rp 32 triliun. Tahun 2019, Banten mendapat alokasi Rp 1 triliun dan jumlah yang sama untuk tahun depan.

“Pada 2020, kurang lebih segitu juta tapi kami berharap suatu saat jumlah penerima menurun, artinya mencerminkan tingkat kesejahteraan membaik,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending