Connect with us

METROPOLITAN

Apartemen di Tangerang Jadi Tempat Penyimpanan Sabu Selundupan dari Malaysia

Published

on

Ilustrasi: Petugas imigrasi saat masuk kamar sebuah apartemen di Tangerang yang dihuni WNA. (Foto: Dok. BantenHits.com)

Jakarta – Satu unit apartemen mewah di Kawasan Tangerang kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu. Pemilik apartemen berinisial DY (39) kini telah ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

DY diketahui merupakan mantan model yang sering seliweran di televisi Malaysia.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, menjelaskan, sabu yang ditemukan di sebuah Apartemen diduga diselundupkan sindikat Internasional asal Malaysia.

“Hasil penyelidikan kami narkoba ini diseludupkan dari Malaysia,” kata Hengky dalam keterangan tertulis seperti dilansir Merdeka.com, Rabu, 11 Desember 2019.

Hengky juga menjelaskan, DY merupakan mantan model yang kerap mengisi acara di stasiun televisi Malaysia.

BACA :  KPAI Nilai SDN Sadah Serang Tidak Layak jadi Sekolah

“Tersangka DY merupakan eks model. Tersangka juga pernah beberapa kali mengisi acara program televisi Malaysia,” jelas Hengki.

Hengky menjelaskan, DY diringkus saat kepolisian menggerebek Apartemen tersebut.

Sementara Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menjelaskan, pelaku mencoba mengelabui pihak kepolisian dengan menyamarkan tempat penyimpanan sabu.

“Saat digeledah ditemukan beberapa kaleng bubuk cokelat, Suplemen makanan dari Malaysia yang di dalamnya berisikan Sabu,” ucap dia.

Erick mengatakan, DY masih diperiksa intensif. Sejauh ini diketahui bahwa tersangka sering berkunjung ke Malaysia.

“Tersangka masih kita mintai keterangan terkait penyelundupan barang haram tersebut. Kami duga DY berperan sebagai bandar narkoba yang menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia,” katanya.

BACA :  Demokrat Gagal di Pilkada, DPP Akan Panggil WH

Saat ini, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat masih memeriksa pemilik Apartemen. Erick juga belum membeberkan berapa jumlah sabu yang berhasil disita.

“Saat ini kita masih lakukan penyelidikan intensif terkait jaringan pelaku,” ucap dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Merdeka.com



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler