Connect with us

METROPOLITAN

BMKG Imbau Warga Waspada, Ada Potensi Cuaca Ekstrim dari Pertemuan Angin Benua Australia dengan Laut China Selatan

Published

on

BMKG memprediksi akan terjadi gelombang tinggi di wilayah Banten. (Tangkap layar bmkg.go.id)

Serang – Masyarakat Banten diimbau mewaspadai cuaca ekstrim yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah Banten beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Serang menganalisa, wilayah Banten saat ini sedang memasuki masa transisi dari peralihan musim kemarau ke musim hujan. Terpantau sudah ada beberapa lalu kejadian angin puting beliung di wilayah Provinsi Banten.

BACA JUGA: Amuk Puting Beliung Melanda Lima Desa di Kecamatan Mauk, 216 Rumah Rusak Parah

Rofikoh, Prakirawan Cuaca BMKG Kelas 1 Serang mengatakan, peralihan musim tersebut biasanya ditandai hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir, yang sewaktu-waktu akan datang mengancam pemukiman masyarakat.

“Itu yang menyebabkan kemarin (hujan lebat merusak) beberapa bangunan, baliho dan pohon tumbang di wilayah Kawasan Pusat Pemerintan Provinsi Banten (KP3B) itu memasuki transisi dan peralihan musim,” kata Rofikoh saat dihubungi wartawan melalui sambung telepon selulernya, Jumat 12 Desember 2019.

Saat ini juga, kata dia, di sekitar wilayah Banten terdapat daerah pertemuan angin yang menyebabkan potensi terjadinya cuaca ekstrim.

“Jadi adanya daerah pertemuan angin dari Benua Australia dan Laut Cina Selatan. Melewati wilayah Banten itu yang mengakibatkan cuaca ekstrim,” paparnya.

BMKG mengimbau, masyarakat harus terus mengakses info dari BMKG melalui aplikasi android. Selain itu, daerah yang diantisipasi secara umum di Wilayah Banten hampir sama semuanya mempunyai potensi cuaca ekstrim. 

“Waspada untuk masyarakat di wilayah Banten, tidak terkhusus di wilayah tertentu. Semua wilayah ada potensi baik di pegunungan maupun daratan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending