Connect with us

METROPOLITAN

Debu Batu Bara Mendadak Kotori Rumah Warga dan Bangunan Sekolah di Citangkil Cilegon

Published

on

Salah satu pelajar saat membersihkan debu batu bara yang mengotori SDN 1 Kerenceng. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Sejumlah warga di Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon mengeluhkan debu batu bara hasil produksi salah satu industri di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). Pasalnya debu berwarna hitam itu mengotori rumah warga yang berada di lingkungan Samang Raya dan Warnasari Kota Cilegon.

Bahkan debu yang dianggap warga berasal dari aktifitas Gunung Anak Krakatau (GAK) juga mengotori lantai SDN 1 Kerenceng, Kecamatan Citangkil Kota Cilegon. Akibatnya para siswa terpaksa bahu membahu membersihkan debu batu bara yang berserakan di seluruh lantai sekolah menggunakan sapu dan kain pembersih lantai.

Saat dikonfirmasi salah satu guru Ari Anggraini mengaku kaget melihat lantai sekolah yang dikotori olrh debu berwarna hitam.

“Kurang tau dari kapan, pas jam masuk sekolah lantai pada kotor, banyak debu batu bara,” ujarnya, Jumat, 13 Desember 2019.

Menurut Ari, ia sempat menduga bahwa debu batu bara yang berwarna hitam pekat itu berasal dari aktifitas Gunung Anak Krakatau (GAK) namun setelah dirinya mencari informasi bahwa debu tersebut berasal dari salah satu kegiatan produksi di kawasan KIEC.

“Nggak tau dari mana, tapi di sini kan ada banyak pabrik. Kita cuma tau-tau ada debu pagi-pagi,”ucapnya.

Sementara menanggapi adanya peristiwa debu batu bara yang mengotori rumah warga Direktur TBD PT Krakatau Posco menegaskan bahwa proses produksi dan kegiatan penunjang di pabrik baja terpadu PT KP selama satu minggu terakhir hingga hari ini, dapat dipastikan seluruhnya berada dalam kondisi yang baik, aman dan stabil.

Pantauan terhadap kondisi kualitas udara melalui alat CEMS menunjukkan bahwa seluruh proses di PT KP sesuai dengan baku mutu.

“Menanggapi berita yang saat ini berkembang mengenai debu batu bara yang timbul di masyarakat, dapat kami konfirmasi bahwa hal tersebut tidak terkait dengan proses produksi di PT KP. Kami juga telah melakukan koordinasi internal di seluruh lini produksi, semua berjalan aman dan stabil. Sehingga, dapat kami pastikan debu batu bara tersebut tidak berasal dari PT KP,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending