Connect with us

METROPOLITAN

Debu Batu Bara yang Kotori Rumah Warga dan Sekolah di Citangkil Cilegon Berasal dari PT Krakatau Steel

Published

on

Warga dan pihak perusahaan serta kepolisian saat berada di Kantor Kelurahan Semangraya membahas debu batu bara yang mengotori pemukiman warga. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Sejumlah warga di Lingkungan Samangraya, Warnasari, Kubangsari, Deringo dan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon dikagetkan dengan adanya debu batu bara yang menghujani pemukiman, Jumat, 13 Desember 2019.

Bahkan, debu berwarna hitam pekat itu juga mengotori SDN 1 Kerenceng dan kantor kelurahan Samarangraya, Kota Cilegon. Semulanya warga menduga debu berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, setelah ditelusuri debu yang membuat dinding pagar rumah warga, pekarangan rumah, sekolah, hingga pepohonan itu berasal dari PT. Krakatau Steel.

Baca Juga: Debu Batu Bara Mendadak Kotori Rumah Warga dan Bangunan Sekolah di Citangkil Cilegon

Sekretaris Kelurahan Samangraya Furqon mengatakan bahwa hujan debu mulai terasa oleh masyarakat terjadi sejak Kamis, 12 Desember 2019 sekira pukul 24.00 WIB. Diketahui sebelum datangnya debu batu bara menyerang warga terdapat suara gemuruh yang bersumber dari PT KS

“Suara itu kedengeran sekira jama 23.00 WIB, kebetulan kan saya lagi di luar, makanya saya tahu,”ujar Furqon.

Saat pagi harinya, Furkon mengaku dikejutkan oleh debu tebal yang mengotori sekitar tempat tinggalnya saat akan beraktivitas. Selain mengotori rumah warga, ironinya debu berwarna hitam pekat itu mengakibatkan warga mengalami gangguan pernafasan bahkan ada salah seorang warga yang pingsan.

“Ada yang sampai pingsan yang sesak nafas langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat dan yang pingsan di larikan ke RSKM. Setelah ditelusuri ternyata berasal dari KS, dan pihak KS mengakuinya,”bebernya.

Saat dikonfirmasi Plt General Manager Security and General Affair PT KS Edjie Djauhari tidak menampik jika debu batu bara berasal dari pabrik Blast Furnace PT KS.

Menurutnya, pabrik yang berada di area kawasan industri Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) itu mengeluarkan debu karena sedang mengalami overpressure.

“Karena overpressure, sehingga steamnya harus dibuang jadi terbawalah (debu),” ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending