Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Lebak Kesulitan Tata Kawasan Kumuh di Kota Rangkasbitung, Bupati Iti Geram

Published

on

FOTO Ilustrasi. Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat memberikan keterangan pers mengenai penutupan sementara wisata negeri di atas awan. (Dok. BantenHits).

Lebak- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku memiliki beberapa kendala yang menghambat pemerintah untuk menata kawasan kumuh di pusat kota Rangkasbitung khususnya di Kampung Kongsen, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kabupaten Lebak. Salah satunya keberadaan PT Semarang yang menguasai lahan hampir 10 hektare.

Orang nomor satu di Kabupaten Lebak ini dibuat geram lantaran lahan yang dikuasai oleh PT eks pabrik minyak di Rangkasbitung itu disewakan kepada pihak lain.

“Pemilik PT Semarang (Eks Pabrik Minyak Rangkasbitung) yang memiliki lahan seluas 10 hektar lebih sulit ditemui. Kondisi itu menghambat kita dalam melaksanaan penataan kota,”kata Iti dalam sebuah acara, Jumat, 13 Desember 2019.

BACA :  Antisipasi Travel Bodong, Ittihadul Muballighin Beli Pesawat Sendiri

“Padahal kawasan paling kumuh di situ (lahan PT Semarang). Namun karena lahannya gak bisa kita bebaskan sehingga belum bisa ditata dan rapikan,”tambahnya.

Menurut Iti, status lahan saat ini masih milik PT Semarang, pihak pemilik yang belum menghibahkan ataupun menyerahkan menjadi kendala Pemda.

“Dimana lahan PT Semarang statusnya HGU tapi tak dikelola oleh pemiliknya. Kita juga sedang berupaya mencarikan solusi untuk dapat mengelola lebih lanjut karena proses penataan dan pembangunan ketika status lahan sudah menjadi milik Pemda,”pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler