Connect with us

METROPOLITAN

Desak Pemerintah RI Putuskan Hubungan Diplomatik dan Serukan Boikot Produk China, Ini Lima Pernyataan Sikap Ulama dan Aktivis Banten soal Uighur

Published

on

Pernyataan sikap ulama Banten soal Muslim Uighur. (Foto: tangkap layar video WhatsApp)

Serang – Isu dugaan kejahatan kemanusian terhadap Muslim di Uighur, Provinsi Xinjiang, China, kembali mengemuka menyusul terbitnya laporan jurnalistik Wall Street Journal (WSJ), Rabu, 11 Desember 2019.

Yang mengejutkan, dalam laporannya WSJ menyebut, dua organisasi massa (ormas) Islam terbesar di Indonesia dibujuk China agar bungkam terkait masalah Muslim minoritas Uighur di Xinjiang.

BACA JUGA: Upaya China Bungkam Muslim Indonesia soal Uighur; Tokoh Agama, Wartawan dan Akademisi Diajak Tur ke Xinjiang

Mencuatnya kembali persoalan yang dihadapi Muslim di Uighur langsung direspons sejumlah ulama, asatidz, dan aktivis Islam di Banten.

Mereka menyampaikan lima pernyataan sikap terkait Muslim Uighur yang ditujukan kepada Pemerintah Republik Indonesia, masyarakat Muslim, OKI, dan dunia internasional.

BACA :  Mantan Kepala DPKA Kabupaten Pandeglang Bersaksi di Sidang Korupsi Dana Tunda

Pernyataan sikap disampaikan melalui video yang berdurasi 2,19 menit yang disebar melalui aplikasi berbagai pesan WhatsApp dan platform media sosial lainnya. Dalam video terdapat keterangan, pernyataan sikap dibuat Jumat, 20 Desember 2019.

BantenHits.com mendapatkan video berdasarkan kiriman via WhatsApp Koordinator Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) Al Faqier Abu Wildan, Jumat, 20 Desember 2019.

Al Faqier menyebut, pembacaan pernyataan sikap dihadiri perwakilan unsur pimpinan pondok pesantren dan Ormas Islam di Banten.

“(Pernyataan sikap dihadiri) unsur pimpinan pesantren dan ormas Islam (di Banten),” jelas Al Faqier.

Putuskan Hubungan Diplomatik dan Boikot Produk

Dalam pernyataan sikapnya, ulama dan aktivis Islam di Banten mendesak Pemerintah RI bersikap tegas terhadap Pemerintah Republik Rakyat China, dengan memutus hubungan diplomatik dengan RRC. Pemerintah RI juga diminta mengusir duta besar RRC dari Indonesia.

BACA :  Laporan PT CKN Mulai Diproses, Disnakertrans Banten Layangkan Surat Pemanggilan PT. IKPT

“Menuntut Pemerintah RI bersikap tegas memutus hubungan diplomatik dan mengusir duta besar Republik Rakyat China dari Indonesia,” demikian disampaikan dalam pernyataan sikap.

Mereka juga menyerukan, kaum Muslim melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk China sebagai bentuk pembelaan dan kepedulian terhadap Muslim Uighur.

Ini pernyataan lengkap yang disampaikan ulama, asatidz, dan aktivis Islam di Banten:

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh… Bismillahirrahmanirrahiim..

Kami segenap ulama, asatidz, dan aktivis Muslim se-Provinsi Banten menyatakan sikap:

1. Mengutuk keras kejahatan kemanusiaan terhadap masyarakat Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat China,

2. Menuntut Pemerintah RI bersikap tegas memutus hubungan diplomatik dan mengusir duta besar Republik Rakyat China dari Indonesia,

3. Mengimbau kepada kaum Muslim untuk menolong saudara kita kaum Muslim Uighur dengan maksimal mengajak kepada seluruh masyarakat umat Islam dengan melaksanakan aksi kepedulian dan pemberian bantuan, baik materi, maupun doa bagi kaum Muslim Uighur,

4. Mengimbau kepada seluruh kaum Muslim untuk melaksanakan boikot kepada seluruh produk-produk China sebagai bentuk pembelaan dan kepedulian terhadap saudara kita Muslim Uighur,

5. Mendesak kepada seluruh anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan dunia internasional untuk bersikap tegas dan melakukan langkah-langkah strategis untuk membantu menghentikan pembantaian dan kejahatan yang dialami di masyarakat Muslim Uighur.

Demikian pernyataan sikap kami sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara kita Muslim yang ada di Uighur.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

BACA :  Bupati Lebak Apresiasi Gerakan Danamon Peduli



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler