Connect with us

METROPOLITAN

Resmi Layangkan Somasi, Mantan Prajurit Pasukan Elit TNI “Buru” Terduga Penyandang Dana Aksi Unjuk Rasa yang Dianggap Memfitnah

Published

on

Ahmad Taufik Nuriman Hadiri Tablig Akbar

Mantan Bupati Serang dua periode yang juga mantan prajurit pasukan elit TNI Kopassus, Ahmad Taufik Nuriman (ATN) saat menghadiri tabligh akbar di Alun-alun Kota Serang, Senin, 17 Desember 2018. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Mantan prajurit pasukan elit TNI Kopassus yang juga mantan bupati Serang dua periode, Ahmad Taufik Nuriman (ATN) meradang setelah dituding terlibat kasus korupsi pada perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Serang Berkah Mandiri (SBM) dan PD PK Ciomas atau PT LKM pada saat menjabat Bupati Serang periode 2010-2015.

ATN menduga ada upaya menjatuhkan nama baik dirinya dan anaknya, Eki Baihaki yang akan maju pada Pilkada Kabupaten Serang 2020 melawan calon petahana, Ratu Tatu Chasanah, yang merupakan adik Ratu Atut Chosiyah.

BACA :  Diskomsantik Pandeglang Bentuk Kelompok Informasi Masyarakat di 16 Desa

BACA JUGA: Purnawirawan TNI dari Pasukan Elit Kopassus Ini Menduga Ada Upaya Jatuhkan Nama Baik Anaknya Jelang Pilkada Kabupaten Serang

Melalui kuasa hukumnya, dari kantor hukum Law Office Sumardi & Rekan, mantan Bupati Serang dua periode A Taufik Nuriman melayangkan surat somasi kepada dua orang pimpinan aksi unjuk rasa di Pendopo Buapati dan Kejari Serang pada 9 Desember 2019 lalau. Keduanya yakni koordinator aksi dan koordinator lapangan, Romy Safriyal dan Erwin Empik.

Salah seorang dari empat kuasa hukum ATN, Didi Sumardi mengungkapkan, dalam aksi yang digelar oleh Forum Penyelamat Kabupaten Serang (FPKS) menuding ATN sebagai aktor intelektual dalam hal terjadinya kerugian keuangan negara pada PD PK Ciomas / PT. LKM Ciomas. Selain itu, massa juga menduga ATN terlibat kasus korupsi pada perusahaan BUMD PT. Serang Berkah Mandiri (SBM).

BACA :  Kini Pengunjung Wisata Air di Lebak Tak Perlu Cemas, Balawista telah Melatih Petugas Keamanan Cara Penyelamatan Dasar

“Klien kami pada waktu menjabat Bupati Serang (2010 – 2015) tidak pernah melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan dan dikemukakan di muka publik pada tanggal 9 Desember 2019 oleh pengunjuk rasa,” kata Didi, Jumat 20 Desember 2019.

Dengan itu, tandas Didi, pihaknya meminta kepada kedua orang tersebut untuk menyatakan permohonan maaf kepada kliennya, baik secara langsung, juga secara terbuka melalui media cetak lokal, maupun nasional dan atau media online.

“Apabila dalam jangka waktu tiga hari sejak diterimanya somasi ini mereka tidak melakukan sebagaimana permintaan klien kami, maka kami akan menempuh jalur hukum lain sesuai undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu ATN menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya ini merupakan langkah serius alias tidak main-main. Ia menegaskan bahwa kuasa hukumnya akan mengurus persoalan ini sampai tuntas, lantaran ATN menduga adanya aktor intelektual yang menjadi dalang di balik aksi tersebut, guna menjatuhkan nama baik dirinya dan putra keduanya Eki Baihaki yang akan maju pada Pilbup Serang 2020 mendatang.

BACA :  Komisi V DPR Minta ASDP Tambah Dermaga Pelabuhan Merak

“Saya kembali tegaskan bahwa isu yang diembuskan itu adalah fitnah, makanya saya tidak akan tinggal diam. Saya akan tetap lapor polisi agar terduga penyandang dananya juga dapat terungkap, karena saya menduga demo itu demo bayaran,” tukasnya.

Sementara, dihubungi soal somasi yang dilayangkan kuasa hukum ATN, Romy Syafrial belum bisa memberikan tanggapan dan mengaku sedang menggelar pembahasan mengenai hal tersebut.

“Saya lagi membahas, Kang. .anti saya kabari lagi,” singkatnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler