Connect with us

METROPOLITAN

Diamankan Polsek Sumur, Penjual Bubur Sebut Ada Kejanggalan soal Keracunan yang Menimpa 35 Warga

Published

on

Kapolsek Sumur, AKP Supardi mengaku telah mengamankan penjual bubur untuk mencegah hal yang tidak diinginkan menyusul peristiwa keracunan yang dialami 35 warga. Muncul spekulasi di kalangan warga, bubur ayam menjadi sumber keracunan. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Polsek Sumur mengamankan Juhed (42), seorang penjual bubur ayam keliling. Warga Kampung Dayeh Mangseh, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur itu, diamankan lantaran khawatir terkana amuk massa oleh keluarga korban keracunan.

Kekhawatiran itu dipicu spekulasi di kalangan warga yang menyebutkan, bubur ayam yang dijual Juhed diduga menjadi penyebab keracunan 35 orang warga Desa Cigorondong, Tunggal Jaya, dan Kertajaya, Kecamatan Sumur.

“Kami amankan tukang bubur yah. Kenapa dimankan, karena khawatir, dengan banyaknya korban yang keracunan, khawatir mereka emosi kepada tukang bubur,” kata Kapolsek Sumur, AKP Supardi kepada BantenHits.com di kantornya, Minggu, 29 Desember 2019.

BACA :  Turun dari KRL, Empat Remaja di Stasiun Rangkasbitung Digelandang Polisi ke Mapolres

Menurut Supardi, dari keterangan tukang bubur diperoleh keterangan jika dia seperti hari-hari biasanya berjualan bubur. Juhed sudah 8-9 tahun berjualan bubur.

“Dari keterangannya, tukang bubur seperti hari-hari sebelumnya berjualan,” jelasnya.

Sementara, Juhed mengaku heran adanya warga yang keracunan usai memakan bubur ayam darinya. Menurutnya, sebelum berangkat ke Desa Cigorondong, Juhed berjualan terlebih dahulu di wilayah kampungnya, di sana tidak ada yang keracunan.

“Saya merasa ada yang janggal, karena yang beli bubur saya di sini biasa saja, tapi kok di sana ada yang keracunan. Coba aja pikir, massa saya mau meracuni pelanggan saya, sementara mata pencaharian saya dari jualan bubur,” jelasnya.

BACA :  Puluhan Anak Yatim di Cibadak Lebak Dikhitan Massal

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler