Connect with us

METROPOLITAN

Keluarga Korban Diduga Keracunan Bubur Ayam Ungkap Gejala yang Dialami Dua Anaknya; Mual dan Mulut Berbusa

Published

on

Yeni, ibu rumah tangga asal Kampung Katapang, Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, dua anaknya menjadi korban keracunan diduga berasal dari bubur ayam. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – 35 Warga dari tiga desa, yakni Desa Cigorondong, Tunggal Jaya, dan Kertajaya; Kecamatan Sumur, Pandeglang terpaksa dilarikan ke UPT Puskesmas Sumur untuk menjalani perawatan medis.

35 warga itu mengalami keracunan, diduga usai mengonsumsi bubur ayam dari pedagang keliling. Warga mengalami mual, pusing, muntah-muntah dan buang air besar (BAB).

BACA JUGA: 35 Warga Sumur Pandeglang Keracunan Usai Makan Bubur Ayam

Yeni, ibu rumah tangga asal Kampung Katapang, Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, bahkan kaget saat melihat kondisi kedua anaknya Nahza (2) dan Fathan (10). Selain mual-mual, mulut keduanya juga keluar busa.

BACA :  400 Personel Gabungan Disiagakan Jaga Libur Lebaran di Lebak

Selain dua anak Yeni, 33 Warga di Desa Cigorondong, Tunggaljaya dan Kertajaya juga mengalami hal yang sama, sehingga harus mendapat perawatan medis secara intensif di Puskesmas Sumur.

Yeni menceritakan, keracunan yang menimpa kedua anaknya itu bermula memakan bubur ayam, sekitar pukul 11.00 WIB. Tak lama kedua anaknya mengeluhkan pusing, mual-mual hingga berbusa.

Melihat keduanya yang tiba-tiba muncul gejala seperti itu, Yeni mengaku panik. Sehingga dia berusaha mencari bidan di desanya, namun sayang tak kunjung dapat. Akhirnya ia memutuskan membawa anaknya ke Puskesmas Sumur.

“Benar-benar panik, saya kan dari desa Cigarondong jaraknya lumayan jauh. Cari bidan (gak ada) lagi pada rapat semua. Akhirnya langsung ke sini saja,” katanya di Puskesmas, Minggu, 29 Desember 2019.

BACA :  Enam Pendaftar Lelang Jabatan Tiga Kepala Dinas di Pandeglang Tak Memenuhi Syarat

Yeni menjelaskan, tukang bubur keliling sudah lama berjualan, bahkan tetangganya sudah banyak berlangganan. Namun Yeni mengaku, dirinya memang jarang membeli bubur. Apesnya, saat giliran membeli, justru kedua anaknya harus dilarikan ke Puskesmas.

“Udah lama sih (jualnya). Kalau tetangga sih sering beli tiap hari, kalau saya mah jarang. Biasanya juga gak apa-apa,” jelasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler