Connect with us

METROPOLITAN

Banyak Retakan di Bangunan RS Aulia Menes Senilai Rp27 Miliar, Dimyati Ingin Pemkab Pandeglang Blacklist Pelaksana

Published

on

Dimyati Natakusumah saat meninjau RS Aulia Menes, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Anggota DPR RI Dapil Pandeglang – Lebak, Achmad Dimyati Natakusumah menyoroti pembangunan RSUD Aulia Pandeglang, di Kecamatan Menes.

Pasalnya, saat berkunjung ke RSUD yang dulunya bernama RSUD Pratama, Dimyati menemukan keretakan di bangunan yang menelan anggaran Rp 27,5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kualitasnya kurang maksimal, disana pun (Plafon) banyak yang jatuh juga. Tapi karena sudah selesai, pemeliharaannya sudah selesai. Mau enggak mau harus di perbaiki lagi,” katanya, Selasa, 7 Januari 2020.

Suami dari Bupati Pandeglang itu meminta, agar pemerintah daerah (Pemda) membacklist pihak pelaksana. Mengingat, hasil pembangunan tidak memuaskan.

BACA :  Wakapolda Metro Minta Ojek Online dan Angkot Patuhi Putusan Mediasi

“Ini kan bangunan baru, saya harap kepada Dinas Kesehatan, yang membangun RS ini, jangan di kasih lagi, karena lihat bangunan ini banyak yang retak,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengaku akan kembali menganggarkan pemeliharaan RSUD Aulia.

“Udah saya masukan untuk pemeliharaan gedung dan insya allah di tahun 2020 sudah di laksanakan pemeliharaannya,” tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler