Connect with us

METROPOLITAN

Pandeglang Jadi Zona Merah Rawan Bencana, Tanto Ingin 18 Kecamatan Lakukan Mitigasi

Published

on

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban saat memberikan keterangan pers mengenai tunggakan BPJS kesehatan ke RSUD Berkah. (Dok. BantenHits).

Pandeglang – Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu daerah yang masuk Zona Merah rawan bencana. Saat cuaca mulai ekstrim, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban meminta berbagai instansi yang ada di Pandeglang untuk meningkatkan koordinasi.

“Dua atau tiga bulan ke depan, akan terjadi cuaca ekstrem. Pandeglang ini kan zona merah, rawan bencana. Jadi kami harap ada koordinasi dini sesuai arahan BNPB diakhir tahun lalu, untuk di 18 kecamatan dilakukan mitigasi,” kata Tanto, Kamis, 9 Januari 2020.

Tanto menjelaskan, koordinasi dini dilakukan tidak hanya untuk mengantisipasi, namun juga untuk memetakan tindakan dini agar diketahui apa saja yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

BACA :  Tiga Pemuda Spesialis Curanmor di Tangerang Ditangkap

“Artinya dari setiap wilayah, tupoksi instansi sudah dijalankan. Polri tugasnya apa, TNI, Dinkes, BPBD, ini sudah. Jadi kami berharap dalam tiga bulan ini koordinasinya diintensifkan,” jelasnya.

Dalam menghadapi cuaca ekstrem kali ini, Pemerintah Daerah juga sudah memerintahkan camat berserta jajaran dan BPBD, untuk memonitoring sejumlah daerah yang berpotensi dilanda bencana.

“Kami sudah menyampaikan hal itu kepada seluruh institusi. Lagi pula potensi ini kan sudah setiap tahun terjadi. Jadi kami hanya mengingatkan saja mewaspadai potensi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem diawal tahun ini,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler