Connect with us

METROPOLITAN

S.O.S! Hari ke-7 Bencana Relawan FPI Ungkap Dua Kampung di Lebak Gedong Masih Terisolir, Akses Hanya Bisa Dilalui Pendaki

Published

on

Relawan FPI mengevakuasi seorang ibu yang akan melahirkan di lokasi banjir bandang. Dua kampung di Kecamatan Lebak dilaporkan masih terisolir. (Foto: tangkap layar video)

Lebak – Dua kampung di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, yakni Kampung Cigobang, Desa Banjarsari dan Kampung Gunung Julang, Desa Lebak Situ, masih terisolir dan belum mendapatkan bantuan maksimal.

Akses yang sulit di atas perbukitan menjadi penyebab dua kampung ini tak bisa maksimal terjangkau bantuan. Jalanan terjal berlumpur hanya bisa dilalui orang-orang terlatih seperti pendaki gunung.

Lebak Gedong, merupakan salah satu dari empat kecamatan terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Kabupaten Lebak.

Fakta dua kampung masih terisolir diungkap Koordinator Forum Persaudaraan Umat Islam Banten atau FPUIB, Abu Wildan melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Rabu malam, 8 Januari 2020.

Menurut Abu, di lokasi tersebut sudah berada sejumlah relawan di antaranya relawan Front Pembela Islam (FPI).

“Kampung yang terisolir yang belum kejangkau, bukan belum kejangkau (terjamah relawan), sudah terjangkau tapi sedikit relawan karena aksesnya jauh tidak bisa dilintasi dengan motor (atau) kendaraan intinya. Itu pun (sejauh ini) hanya bisa orang-orang FPI yang sanggup mendakinya,” kata Abu melalui pesan suara WhatsApp.

“Yang lainnya alhamdulillah kesentuh relawan dan bantuan. Untuk dua kampung ini untuk wilayah Kecamatan Lebak Gedong alhamdulillah ada bantuan tapi belum maksimal,” lanjutnya.

BACA :  USAID Ingin Kepala Daerah di Indonesia Contoh Program Sanitasi Kabupaten Tangerang

Akses ke Lebak Gedong Dibuka

Wartawan BantenHits.com Fariz Abdullah melaporkan, Pemerintah Kabupaten Lebak mengerahkan sejumlah alat berat untuk membuka akses jalan di dua desa terisolir pasca banjirbandang, yakni Kampung Cigobang, Desa Banjarsari dan Kampung Gunung Julang, Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong.

Kedua desa menjadi daerah paling sulit terjangkau para relawan lantaran akses jalan yang teputus karena tertimbun longsoran.

BACA JUGA: Dua Desa di Lebak Ini Masih Terisolir Pasca Banjir Bandang, Pemkab Terjunkan Alat Berat

Komandan Tanggap Darurat BPBD Lebak, Budi Santoso mengatakan 1 unit buldozer dan 1 exavator diterjunkan untuk membuka akses jalan darat ke Cigobang.

“Sudah mulai dikerjakan tapi belum terbuka penuh. Mudah-mudah besok atau lusa sudah bisa tembus,” kata Budi saat dihubungi BantenHits.com, Kamis, 9 Januari 2020.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lebak baru saja berhasil membuka akses ke Kampung Bungawari, Desa Banjarsari dan Kampung Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong.

BACA :  Panitia Kurban Diminta Tak Gunakan Plastik Hitam

“Untuk wilayah Gunung Julang, Lebaksitu hari ini kita kerahkan alat berat agar sedikit demi sedikit bisa membuka akses jalan darat,” tuturnya.

Namun Budi menegaskan, untuk pendistribusian logistik sudah dilakukan secara menyeluruh meski ke dua desa terisolir itu perlu menggunakan helikopter.

Ratusan Warga Ditemukan di Hutan

Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Tim Search and Rescue (SAR) dari TNI dan Polri menemukan ratusan warga korban banjir bandang di dalam hutan.

Mereka merupakan warga Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Semuanya terdampar di hutan setelah menyelamatkan diri dengan naik ke bukit dan hutan saat banjir bandang menerjang.

Mereka memilih bertahan di hutan karena takut untuk pulang ke kampungnya. Mereka hanya membawa perbekalan seadanya.

Forum Persaudaraan Umat Islam Banten atau FPUIB menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Lebak. (Istimewa)

Enam Hari di Lokasi

Abu Wildan menjelaskan, relawan FPUIB yang terdiri dari sejumlah organisasi Islam di Banten sudah enam hari menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Lebak.

BACA :  Korban Truk Tabrak Dua Rumah di Lebak Tuntut Ganti Rugi

Mereka juga membuat posko untuk memudahkan penyaluran bantuan, di antaranya di Kecamatan Sajira.

“Ya. Kami buka posko di Sajira bersama relawan yang lain untuk pendistribusian logistik dan tenaga sejak hari kedua pasca bencana,” jelasnya.

Kampung-kampung yang terisolir, lanjutnya, sulit diakses akibat dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan bencana yang melanda kawasan ini.

“Beberapa kampung yang sampai saat ini terisolir hanya bisa dijangkau oleh relawan tertentu yang menguasai medan,” terangnya.

Abu Wildan juga mengajak donatur yang ingin menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang yang masih terisolir melalui FPUIB.

Bisa bantuan berupa barang bisa disalurkan langsung ke posko FPUIB di Pesantren Modern Al Islam, Jalan Bhayangkara II, Kampung Tegal Duren, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok, Kota Serang.

Jika bantuan berupa uang, bisa disalurkan melalui transfer ke Rek. BSM 7112278626 atas nama FPUIB.

Abu Wildan mengungkap, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban di antaranya obat-obatan, peralatan bayi, senior, sembako, peralatan untuk membersihkan lumpur, dan peralatan kegiatan trauma healing.

“Jazakumullah khoirul jaza kepada para muhsinin yg telah menginfaqkan harta dan tenaganya untuk meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga Allah membalas dengan sebaik baik balasan, Allah limpahkan rahmat dan keberkahan kepada antum beserta keluarga di mana pun berada,” ucapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler