Connect with us

METROPOLITAN

Anggaran Pembangunan Jalan, Jembatan dan Irigasi Dipangkas Rp47 Miliar Untuk Pilkada Pandeglang

Published

on

FOTO Ilustrasi Warga Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu saat melakukan aksi protes jalan rusak dengan masuk ke dalam tong dan berguling-guling di jalan rusak. (Dok. BantenHits.com).

Pandeglang – Pemerintah Kabupaten Pandeglang memangkas anggaran pembangunan jalan yang di kelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sampai Rp47 Miliar.

Padahal, sejumlah ruas jalan dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang masih terlihat rusak di beberapa wilayah, seperti di wilayah Selatan Pandeglang.

Kepala DPUPR Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan pada tahun 2020, DPUPR Pandeglang hanya diberi porsi anggaran pembangunan sebesar Rp56 miliar. Padahal tahun sebelumnya, biaya pembangunan yang dikelola DPUPR mencapai Rp103 miliar.

BACA :  Terekam CCTV, Dua Pria Curi Motor di Kantor BKPP Kabupaten Lebak  

Anggaran Rp56 miliar itu diperoleh dari tiga sumber, yang meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp36 miliar, APBD Pandeglang Rp14 miliar, dan hibah dari pemerintah pusat senilai Rp5,6 miliar.

“Dari jumlah anggaran itu, Rp47,9 miliar diantaranya akan digunakan untuk pembangunan fisik. Anggaran DAK Rp36 miliar untuk jalan, jembatan, dan irigasi. Hibah Rp5,6 miliar juga untuk irigasi. Sementara sisanya, diperuntukkan guna honorarium dan kebutuhan kantor,” kata Asep saat ditemui di kantornya, Kamis, 9 Januari 2020.

Adapun untuk pembelanjaan, DPUPR akan menggunakan empat metode pengadaan barang jasa, terdiri atas tender yang meliputi 15 paket pekerjaan dengan pagu anggaran mencapai Rp41,8 miliar, metode seleksi yang diperuntukkan bagi tiga konsultan dengan nilai Rp727 juta.

BACA :  Tilep Dana Nasabah Rp130 Juta Lalu Buron Selama 3 Tahun, Begini Akhir Petualangan Karyawan Leasing di Lebak

“Kemudian metode pengadaan langsung dengan total 44 paket bernilai Rp4,5 miliar, dan sistem e-Purchasing dengan menggunakan e-catalog untuk satu paket dengan nilai Rp850 juta,” jelasnya.

Anggaran DPUPR Disedot Untuk Pilkada 2020

Asep menerangkan, berkurangnya anggaran bagi DPUPR, karena sebagian besar APBD Pandeglang tahun 2020, tersedot untuk agenda Pilkada 2020. Padahal masih banyak jalan maupun jembatan di Pandeglang yang membutuhkan pembangunan.

“Karena tahun ini kan ada Pilkada. Jadi sebagian anggaran APBD untuk kegiatan Pemilu,” tambahnya.

Namun demikian, Asep menyebut bahwa realisasi capaian pembangunan di Pandeglang sudah melebihi target. Misalnya saja pada sektor pembangunan jalan, yang kini sudah terbangun lebih dari 230 kilometer. Padahal target yang ditetapkan sejak tahun 2016-2019, hanya sepanjang 150 kilometer.

BACA :  Pemkab Lebak Siapkan Honor Rp10 Juta untuk Warga yang Mau Bergabung Jadi Relawan Nakes Covid-19

“Untuk irigasi dengan periode yang sama, juga sudah terbangun 312 daerah irigasi dari target 31 daerah irigasi. Begitu juga dengan jembatan yang cuma ditarget terbangun 120 meter, namun realisasinya kini sudah mencapai 379 meter,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler