Connect with us

METROPOLITAN

Usulan Penghapusan Aset Mandeg, Bangunan Reot SMPN 13 Kota Serang Ancam Keselamatan Pelajar

Published

on

Bangunan Eks TU dan Osis di SMPN 13 Kota Serang dibiarkan rusak meski pihak sekolah telah mengusulkan proses penghapusan aset. (BantenHits.com/Mahyadi).

Serang- Bangunan sekolah yang reot menghantui para pelajar di SMP Negeri 13 Kota Serang. Bukan tanpa alasan, bangunan eks ruang Tata Usaha dan Osis itu dibiarkan rusak dan nyaris roboh sejak tahun 2017 silam.

Kondisi tersebut tentunya membuat kegiatan sekolah sedikit terhambat. Apalagi saat memasuki hari Senin saat seluruh sekolah melaksanakan upacara kenaikan bendera.

Di SMPN 13 Kota Serang tak seluruh pelajar dapat mengikuti upacara lantaran lahan yang terbatas. Mereka yang ikut upacarapun harus berhadapan dengan bangunan reot.

BACA :  Ditinggal Salat Subuh, Rumah Pedagang Gorengan Ludes Terbakar

Usulan penghapusan aset yang dilayangkan pihak sekolah tak kunjung menemui hasil alias mandeg. Padahal, dalam siteplan bangunan tak terpakai itu rencananya akan dipakai lapangan olahraga dan upacara.

“Sesuai dengan siteplan gedung ini untuk lapangan olahraga dan Lapangan upacara. Mudah-mudahan tahun ini secepatnya (dihapuskan-red) dilakukan penghapusan, karna takutnya ya seperti gedung sekolah lainya roboh,” kata Sudaryat Kepala SMPN 13 Kota Serang kepada awak media di sekolahnya, Selasa 14 Januari 2020.

Menurutnya, di tahun 2018 pihak sekolah telah menerima kunjungan dari bagian Aset, untuk pengecekan gedung. Namun hingga saat ini belum juga ada kejelasan.

“Seharusnya 2018 itu diharapkan sudah beres mungkin ada kendala sehingga mundur,” paparnya.

BACA :  Disnak Lebak Optimalkan Pengawasan Ternak Jelang Ramadan

Sementara itu Sarnata Kabid SMP Dindikbud Kota Serang mengaku sudah meneruskan pengajuan dari sekolah ke pihak Aset sejak 2017 namun belum ada jawaban oleh bagian aset.

“Kami belum mengetahui alasan ini, tapi kita pada tahun 2017 sudah menganggarkan untuk penghapusanya karna memang ada prosedur untuk penghapusan kami tidak berani untuk penghapusan,” tegasnya.

Pihaknya berharap di tahun 2020 bagian aset  segera menindaklanjuti untuk penghapusan aset di SMPN 13 ini. Menyusul selama ini para siswa tidak bisa melaksanakan upacara tidak maksimal.

“Upacara dilakukan namun tidak semua siswa ikut upacara di hari Senin, ini kita berharap sekali, mudah-mudahan penghapusan aset ini segera terlaksana,”tandasnya.

BACA :  Front Pembela Honorer Indonesia Minta Bupati Pandeglang Terbitkan Perbup Honorer

Terkesan Ada Pembiaran

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan kepala daerah untuk panggil Kabag aset.

“Kita akan panggil (Kabag Aset) dan segera di selesaikan, ini saya berharap kepada kepala daerah pilih orang yang benar-benar mau bekerja, jangan main-main urus ini aja tidak bisa,” jelasnya.

Budi melihat hal ini ada unsur pembiaran, Karan sejak tahun 2017 sampai tahun 2020 ini penghapusan gedung belum juga dilaksanakan.

“Kalau ada apa-apa dindik yang disalahin, kan ada aturannya, ini sudah jelas tidak beres,”pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler