Connect with us

METROPOLITAN

56 Warga Sumur Terjangkit DBD, Pemkab Pandeglang Sebut Belum KLB

Published

on

Calon bupati petahana Kabupaten Pandeglang Irna Narulita saat dialog dengan mahasiswa di Gedung Graha Mahesa DPD Gerindra Banten. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Pandeglang – 56 orang warga di Kecamatan Sumur, Pandeglang di serang Demam Berdarah Deungeu (DBD). Bahkan, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pandeglang enggan menetapkan status kejadian luar biasa atau KLB.

Baca Juga: Kasus DBD di Sumur Pandeglang Bertambah, 56 Warga Terjangkit 1 Meninggal

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku masih menunggu informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang terkait jumlah warga yang terkena DBD. Namun, Irna mengaku tetap perlu hati-hati.

“Kita lihat KLB ini kalau sudah menghawatirkan, saya tunggu berita dari kepala dinas (Kesehatan). Tadi malam 30 sekarang sampai 56, besar sekali. jadi memang kehati-hatian itu perlu,” kata Irna, Rabu, 15 Januari 2020.

BACA :  Ini Empat Pejabat Banten yang Setor ke Atut Ratusan Juta

Sementara Kepala Dinas (Dinkes) Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan belum bisa menetapkan KLB, karena saat ini masih dalam peningkatan kasus.

“ini masih kategori peningkatan kasus,” singkat Dewi.

Terpisah Ketua Lembaga Kajian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Pandeglang Zaenal Abidin mendesak Pemkab Pandeglang untuk menetapkan KLB. Karena menurutnya, yang terkena DBD di satu Kecamatan bukan hal yang biasa.

“Menetapkan penyebaran wabah DBD sebagai Kondisi Luar Biasa (KLB) atau sekurang kurangnya masa tanggap darurat DBD sekaligus pemetaan wilayah dengan potensi terjangkit dengan pengoprasian tanggap darurat diseluruh puskesmas dan RSUD,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler