Connect with us

METROPOLITAN

Kagak Ada Takutnya, Maling Motor Berpistol Nekat Bawa Kabur Motor Anggota PJR Polda Banten

Published

on

Puluhan motor curian komplotan maling motor asal Lampung yang ditangkap Polres Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Lima anggota komplotan maling motor asal Lampung ini seperti tak kenal takut saat beraksi. Buktinya, mereka nekat menggasak motor milik Robi, anggota Patroli Jalan Raya atau PJR Polda Banten.

Aksi komplotan maling yang membekali diri dengan senjata api ini, dilakukan November 2019 lalu. Mereka berhasil membawa kabur motor milik Robi yang terparkir di depan rumah di Kawasan Kota Serang.

Selain motor Robi, komplotan ini juga telah berhasil mencuri 26 motor lainnya. Semua targetnya sama, yakni motor yang terparkir di depan rumah.

Komplotan Spesialis

Petualangan komplotan maling ini kini telah berakhir. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang Kota berhasil membekuk lima anggota komplotan ini selama kurun Desember 2019 – Januari 2020.

BACA :  RS Tanpa Kelas Tak Kunjung Dibangun, Mahasiwa Sebut Dinkes Pandeglang Tak Becus Kerja

Lima anggota komplotan maling motor ini berinisial IS, RN, JN, MH, dan SL. Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, seperti puluhan kendaraan roda hasil curian dan sepucuk senjata api.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, kelima tersangka tersebut spesialis beraksi di perumahan yang pagarnya tidak terkunci maupun tidak mengunakan pagar sasarannya motor yang masih baru.

“Hasil ungkap mereka ambil rata-rata masih baru atau masih bagus dengan di jual (oleh tersangka-red) keluar sebesar Rp 2 juta, hasilnya BB (Barang bukti) kelima tersangka ini dari berbagai macam TKPnya jumbelahnya 27 yunit motor,” kata Indra kepada awak media saat ekspos pengungkapan di Polres Serang, Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa 14 Januari 2020.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan (kiri) saat menyerahkan motor hasil ungkap kepada anggota PJR Polda Banten yang jadi korban pencurian. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Indra menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap penadah dan jaringan lainnya.

BACA :  Nyambi Jadi Bandar Judi, Pemilik Lapo di Curug Tangerang Ditangkap Polisi

Petugas menduga, masih ada anggota komplotan lainnya, mengingat para pelaku sudah beraksi mulai dari 6 bulan sampai ada yang sudah beraksi selama 1 tahun.

“Ini pun masih diselidiki apakah ada jaringan lain, Mereka ini beraksi rata-rata di Serang kota dan kabupaten. Kemudian kita kembangkan juga nanti kepada penadah dan yang lainnya,” tegasnya.

“Mereka (para pelaku) ini satu kampung, TKPnya terpisah tapi kerjanya sama, pengungkapan ini hasil LP (Laporan korban) semuanya ini,” sambungnya.

Indra menjelaskan untuk kepemilikan senpi dari saudara JN membeli nya daru lampung, namun dari pengakuan pelaku senpi tersebut belum digunakan.

“Tetapi apabila ada yang melawan mereka juga tidak akan segan segan untuk melumpuhkan ataupun melukai daripada korban berbahaya,” ujarnya.

BACA :  Kejari Pandeglang Periksa Mantan Koruptor Alper Pendidikan Terkait Kasus Tunjangan Guru Daerah

Kini JN dijerat Undang-undang darurat kurang lebih 20 tahun penjara dan empat tersangka lainya dikenakan pasal 363 KHUP tentang Curat dengan hukuman 7 tahun penjara.

Sementara, Robi, angota kepolisi Polda Banten yang juga turut jadi korban, mengaku motor costum milikinya hilang saat diparkir di depan rumah.

“Ya tadinya hilang ditemukan lagi. Alhamdulillah hilang dari November, terima kasih kepada Polres Serang (motor saya) telah ditemukan kembali,” tukasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh